Bulog Jateng, Serapan Padi Januari-Februari Capai 100 persen
- 20 Feb 2026 14:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan realisasi serapan gabah setara beras periode Januari–Februari 2026 mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan. Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, menyampaikan capaian tersebut usai kegiatan panen padi bersama Gubernur Jawa Tengah di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jumat 20 Februari 2026
Ia menjelaskan, target serapan Januari–Februari 2026 sebesar 33.745 ton setara beras berhasil dipenuhi sebelum akhir bulan. “Alhamdulillah, per 20 Februari 2026 kami sudah merealisasikan 100 persen target. Masih ada sisa waktu sekitar 10 hari ke depan yang akan terus kami optimalkan,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut didukung mulai masuknya masa panen di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Puncak panen diperkirakan terjadi pada Maret mendatang. Untuk target sepanjang 2026, Bulog Jawa Tengah ditargetkan menyerap 374.658 ton setara beras. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen diharapkan dapat terealisasi hingga Juni 2026.
Terkait ketersediaan stok, Sri memastikan persediaan beras di gudang Bulog Jawa Tengah dalam kondisi aman. Saat ini, stok yang dikuasai mencapai sekitar 247.000 ton setara beras, yang terdiri atas cadangan beras pemerintah dan stok komersial. “Stok yang kami miliki cukup untuk menjamin stabilitas harga selama bulan puasa maupun menghadapi Lebaran. Masyarakat Jawa Tengah tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Selain beras, Bulog Jawa Tengah juga memastikan ketersediaan minyak goreng merek Minyakita dalam jumlah cukup. Saat ini, stok minyak goreng yang tersedia sekitar 850 ribu liter dan akan terus bertambah. Penyalurannya difokuskan ke pasar-pasar guna menjaga stabilitas harga dan mencegah lonjakan inflasi.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan penyerapan gabah secara intensif sejak Januari 2026. Ia menyebut, target bulanan Bulog Semarang telah tercapai hingga 140 persen. Pihaknya akan terus mengoptimalkan sisa masa panen pada Maret dan April agar seluruh hasil panen petani dapat terserap.
“Gabah yang sudah kami serap hingga saat ini sekitar 25 ribu ton gabah kering panen atau setara 12.500 ton beras. Kami memanfaatkan sisa waktu karena puncak panen di sentra padi seperti Grobogan dan Demak akan segera berakhir,” jelasnya.
Saat ini, stok beras di wilayah Bulog Semarang mencapai 64 ribu ton dan dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan Ramadan hingga Idul Fitri. Stok tersebut diperkirakan aman hingga enam bulan ke depan.
Rendy menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta aparat TNI-Polri untuk memperkuat sinergi dalam penyerapan gabah. Bulog juga bersama tim satgas rutin memantau stabilitas harga beras dan minyak goreng di pasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....