Hunian Sementara Korban Tanah Gerak Tegal Siap Dihuni Sebelum Lebaran

  • 18 Feb 2026 20:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan hunian sementara (huntara) bagi korban tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, siap dihuni sebelum Lebaran. Upaya Gubernur mempercepat pembangunan huntara itu ditandai dengan tinjauannya di lokasi, Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam tinjauannya, Luthfi menekankan huntara harus dibangun secara manusiawi, bukan sekadar tempat berteduh sementara. “Jangan sampai mereka sudah kehilangan rumah, lalu ditempatkan di hunian sementara dengan banyak kekurangan,” ujarnya.

Ia meminta fasilitas umum dirancang detail. Dengan demikian, beban psikologis warga yang baru saja tertimpa musibah tidak bertambah.

Pendataan calon penghuni juga diminta dilakukan cermat, terutama bagi keluarga yang rentan. Proses pemindahan dari pengungsian ke huntara harus tertib agar tidak memicu persoalan sosial.

Di sisi lain, ia meminta perencanaan hunian tetap segera disusun. Menurutnya, solusi permanen harus mempertimbangkan aspek ekonomi agar warga bisa kembali hidup secara mandiri.

Untuk diketahui, huntara dibangun di lahan bengkok milik Pemerintah Desa Capar. Dari total 121.820 meter persegi, hanya 42.720 meter persegi yang dinyatakan aman berdasarkan rekomendasi teknis Dinas ESDM Jateng.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU, Affi Triato, melaporkan pembangunan berlangsung 15 Februari 2026 dan ditarget selesai pada 15 Maret 2026 atau sebelum lebaran. “Lahan tersebut direncanakan dapat digunakan untuk kurang lebih 500 unit huntara tipe 24/36 dari total 900 rumah yang terdampak,” ujarnya.

Secara teknis, proyek mencakup 456 unit huntara yang terbagi dalam 38 blok. Setiap blok terdiri atas dua hingga lima bangunan modular dengan sistem konstruksi Modular Lite yang cepat dan efisien.

Selain unit hunian, fasilitas dasar telah disiapkan. Jalan lingkungan, drainase, air bersih, sanitasi, penerangan jalan, serta musala juga sudah masuk dalam paket pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....