Kebersamaan Warnai Perayaan Imlek di Kampung Pandekluwih Purworejo

  • 18 Feb 2026 13:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo – Suasana penuh kebersamaan mewarnai tradisi rebutan angpao dalam perayaan Imlek di Kampung Pandekluwih RT 1 RW 12, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Selasa, 17 Februari 2026. Selain etnis Tionghoa, kegiatan tersebut juga melibatkan warga pribumi sebagai wujud kebersamaan dan toleransi antarwarga.

Tokoh Tionghoa setempat, Sudrajat yang akrab disapa Li Un Yang menyampaikan, lebih ada sekitar 500 angpao yang dipasang dalam perebutsn angpao. "Sasarannya untuk anak-anak, meski ada juga satu dua orang tua yang ikut,” katanya.

“Di kampung ini warganya campur,, tidak hanya kalangan Tionghoa, semuanya membaur. Untuk angpao yang dibagikan jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu," kata Sudrajat.

Lebih lanjut, Sudrajat mengungkapkan Kampung Pandekluwih merupakan miniatur keberagaman yang telah terjalin lama. 'Warga dari berbagai latar belakang suku dan agama hidup berdampingan tanpa sekat,” ujarnya.

“Dalam kegiatan ini kita tidak memandang agama maupun ras. Yang utama adalah kebersamaan dan persatuan. Ini rutin kami selenggarakan setiap perayaan Imlek," ungkapnya.

Ia pun berharap, tahun ini membawa kemakmuran, kesejahteraan, dan kesehatan bagi seluruh warga, khususnya di Purworejo. “Karena bertepatan dengan Tahun Kuda Api yang dimaknai sebagai simbol kerja keras, kekuatan, dan semangat pantang menyerah," jelasnya.

Hal senada disampaikan Retna Kusnawati atau Lauw Giok Hwa (78), warga RT 1 RW 12 Kampung Pandekluwih. Ia mengatakan, sejak dulu hubungan antara warga Tionghoa dan pribumi di wilayah tersebut sangat kompak dan harmonis.

“Dari dulu di Pandekluwih ini Tionghoa dan pribumi selalu bersatu. Kalau ada acara Imlek, Agustusan, atau kegiatan lain, semua gabung, kita musyawarah dan bikin acara bersama,” katanya.

Ia mengaku sangat mendukung tradisi pembagian angpao karena mengajarkan anak-anak untuk saling menghargai dan memperkuat rasa kebersamaan. Retna berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Toleransi di sini sudah berjalan sangat baik. Ada Natal, Idul Fitri, semua saling mengunjungi. Kalau ada yang sakit juga saling menjenguk, tidak ada perbedaan,” ucapnya.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....