Perayaan Imlek di Semarang Jadi Wujud Toleransi Masyarakat
- 18 Feb 2026 11:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perayaan imlek yang berlangsung di berbagai daerah, menjadi bukti tingginya rasa toleransi dan kerukunan antarmasyarakat. Apalagi, Semarang dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki indeks toleransi tinggi.
Menurut Kepala Departemen Agama dan Kepercayaan BEM Fisip Universitas Negeri Semarang(Unnes) 2025, Nixon Gabriel, makna dari perayaan tersebut cukup terasa. Banyaknya festival imlek yang diadakan di Semarang, menjadi bukti pengakuan positif terhadap keberadaan masyarakat etnis Tionghoa.
“Itu bisa menjadi warna kebudayaan nasional, nggak cuma sebatas ada tradisi Imlek, nih ya udah kita cuma tahu dan nggak mau ngapa-ngapain. Kalau aku lihat, di Kota Semarang ini bener-bener toleransinya top banget sih,” ucapnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 17 Februari 2026.
Apalagi, ia juga melihat antusiasme tidak terbatas bagi yang merayakan, namun juga dirasakan masyarakat luas. Nixon memandang hal ini menjadi pengakuan terhadap kesetaraan di masyarakat, terutama dengan semakin terbukanya masyarakat terhadap tradisi imlek.
“Aku bersyukur masih banyak masyarakat yang ikut excited, dan tradisi imlek itu kita sama-sama rayakan. Bukan cuma untuk temen-temen dari keturunan Tionghoa atau yang cuma merayakan aja,” ujar Nixon.
Keberagaman perayaan di Kota Semarang, mulai dari Imlek Vaganza hingga Pasar Imlek Semawis , hal ini menjadi momen baru bagi masyarakat. Apalagi, adanya Dugderan mendekati awal bulan Ramadan juga menjadi potret toleransi nyata di Kota Semarang.
“Betul-betul ini sebagai potret yang jarang banget. Kita sama-sama menyadari ada tiga tradisi yang kita laksanakan, dan mengundang masyarakat untuk ikut andil,” kata Nixon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....