Halo RRI, Ini Harapan Masyarakat untuk Bus Listrik Trans Semarang

  • 16 Feb 2026 15:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Warga Kota Semarang mendukung adanya rencana penggunaan bus listrik untuk Koridor 1 Trans Semarang rute Mangkang-Penggaron. Salah satunya yakni, Aden, warga Mangkang yang ditemui RRI, Senin, 16 Februari 2026.

Aden mengaku sangat antusias dengan adanya rencana penggunaan bus listrik di Kota Semarang. Apalagi, jika terjadi banjir, bis listrik ini diharapkan mampu melewatinya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah melakukan uji coba dua produk bus listrik dari Laksana dan PT Energi Makmur Buana (INVI) di Koridor 1 Trans Semarang rute Mangkang-Penggaron. Sebelumnya, uji coba juga dilakukan pada November tahun lalu dengan menggunakan bus listrik dari perusahaan asal surabaya dengan rute yang sama.

"Setau saya kan ini ujicoba pakai bus dari 2 perusahaan. Ya berharap nantinya Pemkot bisa memilih yang pas sama Kota Semarang. Jurusan Mangkang sering banjir kalau hujan, jadi ya sebisa mungkin nanti busnya bisa melewati itu," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan uji coba dilakukan untuk memastikan bus listrik mampu beroperasi optimal di karakteristik medan Kota Semarang yang terkenal memiliki banyak tanjakan dan turunan. Untuk itu pihaknya tidak ingin gegabah dalam menentukan spesifikasi armada.

“Semarang ini medannya berbeda dengan kota lain. Banyak tanjakan dan turunan, jadi kami mencari kendaraan yang benar-benar kuat, aman, dan nyaman dioperasionalkan di sini,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dua bus besar berukuran 12 meter yang saat ini diuji berasal dari dua produsen berbeda, yakni karoseri lokal Laksana dan merek PT Energi Makmur Buana (INVI). Dalam beberapa pekan ke depan, Dishub juga akan menguji bus listrik berukuran medium dan kecil untuk kebutuhan feeder Trans Semarang.

Danang mengungkapkan, seluruh armada yang diuji menggunakan tenaga listrik penuh. Pemkot Semarang menargetkan pengadaan 27 unit bus listrik untuk Koridor 1 pada tahun ini.

Nantinya, skema pembiayaan menggunakan APBD dengan pola pembelian jasa operasional kepada operator. Di dalamnya termasuk biaya perawatan dan pemeliharaan kendaraan.

“Konsepnya sama seperti sistem sebelumnya, hanya kita beralih dari diesel ke listrik. Target utama kami adalah mereduksi emisi gas buang, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kebersihan layanan transportasi publik,” ujarnya.

Diketahui uji coba rencananya berlangsung selama satu bulan dengan sistem pergantian tipe bus setiap pekan. Saat ini, empat produsen telah mengajukan permohonan uji coba, dan tiga di antaranya sudah mulai terealisasikan.

“Tantangan terbesar memang ada pada konsumsi daya di medan menanjak. Itu yang kami uji secara detail, termasuk efisiensi baterai dan waktu pengisian ulangnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....