Libur Imlek 2026, Jalan Protokol Kota Semarang Lengang

  • 16 Feb 2026 11:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID. Semarang- Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Kota Semarang terpantau lengang pada hari libur Tahun Baru Imlek 2026. Kondisi tersebut terlihat di berbagai jalan protokol, Senin 16 Februari 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan jalan-jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Gajah Mada tidak menunjukkan adanya kepadatan. Kawasan ikonik Simpang Lima yang biasanya menjadi titik temu kepadatan kendaraan pun tampak sepi dari antrean panjang kendaraan.

Sejak pukul 07.00 WIB, yang biasanya merupakan puncak jam sibuk warga beraktivitas, kendaraan terpantau melintas tanpa hambatan berarti. Suasana lalu lintas di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini terlihat jauh lebih tertib dibandingkan hari kerja biasanya.

Lengangnya jalanan ini memberikan dampak positif bagi warga yang tetap beraktivitas karena mobilitas menjadi jauh lebih cepat. Salah satu warga yang merasakan langsung kondisi ini adalah Febby, seorang pengemudi ojek daring di Kota Semarang.

Febby menuturkan, sejak pagi hari dirinya tidak menemui kemacetan di jalur-jalur protokol yang biasa ia lalui. Namun, ia mengakui bahwa kelancaran jalanan berbanding terbalik dengan intensitas pesanan yang masuk ke aplikasinya.

"Kalau tanggal merah atau cuti bersama kaya Imlek ini, jalanan memang lancar. Enak buat jalan, tapi orderan biasanya berkurang, sehari paling lima, kalau hari kerja bisa sampai 10-15," ujar Febby, Senin 16 Februari 2026.

Senada dengan Febby, Bima (28), seorang karyawan swasta yang tetap masuk kerja pada hari libur ini, merasa sangat terbantu dengan kondisi jalanan yang lengang. Baginya, waktu tempuh menuju kantor terpangkas signifikan dibandingkan hari biasanya.

"Kalau jalanan lengan gini, mobilitas cepat. Biasanya jarak jauh dari rumah ke lokasi kerja bisa 50 menit, kalo lenggang seperti ini 20 menit sudah sampai kantor," ucap Bima.

Bima menambahkan, pada hari biasa, khususnya jam berangkat dan pulang kantor, ia harus menempuh perjalanan hingga 1 jam akibat kepadatan arus. Ia juga menyoroti faktor cuaca yang kerap memperparah situasi lalu lintas di Semarang saat hari kerja.

"Kondisi ini diperparah jika turun hujan. Banyak genangan air di sejumlah ruas jalan membuat arus lalulintas tersendat," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....