Polres Kendal Bersama TNI dan Pemda Kendal Bersihkan Sampah di Sungai
- 14 Feb 2026 16:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Tumpukan sampah menyangkut di bawah jembatan menutup aliran Sungai Kendal dalam beberapa hari terakhir. Limbah rumah tangga seperti plastik, kayu gelondongan, barang pohon pisang hingga kasur bekas tersangkut di tiang penyangga jembatan dan menghambat arus air, sehingga berpotensi menyebabkan luapan saat debit air meningkat.
Kapolres Kendal, Hendry Susanto Sianipar, memimpin langsung kegiatan pembersihan sampah bersama jajaran kepolisian, TNI, dan unsur Pemerintah Kabupaten Kendal. Petugas menggunakan peralatan sederhana untuk menurunkan sampah yang menyangkut di bawah jembatan guna memperlancar aliran air.
“Pembersihan ini kami fokuskan sementara di Sungai Kendal wilayah pusat kota karena menjadi titik yang paling terlihat dampaknya. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa dilakukan di lokasi lain yang mengalami penumpukan sampah,” ujar Hendry di sela kegiatan, Sabtu (14/2/2026).
Kapolres Kendal menegaskan, langkah ini merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap potensi banjir akibat sumbatan sampah. Menurutnya, pengamanan lingkungan dan mitigasi bencana menjadi bagian dari tugas kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat. "Kami ajak TNI dan Dinas Lingkungan Hidup Pemda Kendal bersama-sama mengeruk sampah yang menyumbat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan aksi bersih sungai merupakan bagian dari gerakan menjaga lingkungan yang digelorakan pemerintah pusat. Kegiatan gotong-royong difokuskan di Kali Kendal yang menjadi jalur utama aliran air di pusat kota. “Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal keselamatan. Jika aliran terhambat dan debit naik, potensi luapan semakin besar,” katanya.
Bupati Kendal menjelaskan, penumpukan sampah tidak terjadi begitu saja, namun karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Buktinya, banyak sampah rumah tangga, seperti bungkus plastik hingga kasur bekas. "Sampah yang terbawa arus tertahan di titik jembatan dan terus menumpuk," ujarnya.
Sebelumnya, upaya pencegahan telah dilakukan dengan memasang jaring penyaring sampah di sejumlah titik aliran sungai. Namun, besi pengaman penahan sampah dilaporkan banyak yang hilang sehingga fungsinya tidak optimal. "Ini berarti, kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah di sungai masih kurang," tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Kendal merencanakan pengerukan sungai sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi sedimentasi dan memperlancar aliran. Untuk perawatan rutin dapat menggunakan APBD kabupaten, sedangkan pengadaan barang tertentu menjadi kewenangan pemerintah provinsi. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....