Warga Jangli Waswas, Tanah Masih Bergerak hingga Kini

  • 13 Feb 2026 13:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Warga Kampung Sekip, RT 7 RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, diliputi kekhawatiran akibat pergerakan tanah yang terjadi dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut membuat warga terus waspada, terutama saat hujan turun dan pada malam hari.

Salah satu warga terdampak, Sugeng Asmoro, mengatakan pergerakan tanah masih terjadi hingga sekarang. Ia menyebut pergerakan paling terasa saat malam hari dan ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Kalau hujan, tetap gerak. Seperti kemarin Kamis sore juga sempat turun sedikit,” katanya, Jumat, 13 Februari 2026.

Sugeng menjelaskan, warga terpaksa mengambil langkah mandiri untuk mengurangi risiko yang lebih besar. Mereka melakukan pembersihan dan pembongkaran bagian rumah yang dinilai rawan roboh demi keselamatan keluarga.

“Kami hanya bisa bersih-bersih dan membongkar bagian yang rawan. Kalau tidak diantisipasi, nanti dampaknya bisa lebih besar, di sini banyak anak kecil juga,” ujarnya.

Hingga saat ini, tercatat empat rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat pergerakan tanah. Tiga rumah dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara satu rumah lainnya roboh lebih dulu karena kondisi tanah yang labil.

Secara keseluruhan, sekitar 15 rumah terdampak pergerakan tanah di kawasan tersebut. Sugeng memperkirakan terdapat sekitar 18 kepala keluarga yang tinggal di lokasi itu, meskipun jumlah pasti jiwa sulit dipastikan karena satu rumah bisa dihuni lebih dari satu keluarga.

Meski berada dalam kondisi darurat, bantuan logistik bagi warga tetap berjalan dengan baik. Sugeng menyebut bantuan makanan berupa nasi bungkus terus didistribusikan kepada warga terdampak tanpa kendala berarti.

Sugeng juga mengingatkan, kejadian serupa pernah terjadi sekitar 25 hingga 28 tahun lalu di lokasi yang sama. Ia berharap pemerintah dapat membantu menyediakan tempat tinggal yang lebih aman bagi warga terdampak.

“Harapannya kalau pemerintah bisa memberikan tempat yang lebih layak. Karena ini ‘kan sebagian ada yang menumpang di rumah saudara,” ungkapnya.

Saat ini, warga masih terus meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah. Mereka berharap solusi jangka panjang segera diambil agar risiko yang lebih besar dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....