SMAN 6 Semarang Jadi Percontohan Program Pencegahan Radikalisme Pelajar
- 11 Feb 2026 10:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah bersama Densus 88 dan Badan Kesbangpol menggelar kegiatan sosialisasi bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme bagi pelajar di SMA Negeri 6 Semarang, Selasa, 10 Februari 2026. Sekolah ini sebagai proyek percontohan sebelum program diperluas ke sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Jateng, Kusno, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem pencegahan yang menyasar pelajar. Program serupa direncanakan akan diperluas ke enam kabupaten dan kota sebagai tahap berikutnya.
Menurutnya, model pembelajaran yang digunakan adalah diseminasi, yakni sekolah yang menjadi titik awal akan menyebarkan materi edukasi ke sekolah lain. Dengan cara itu, diharapkan seluruh pelajar SMA di Jawa Tengah dapat memahami dan ikut berperan dalam upaya pencegahan radikalisme.
Ia menyebut target program ini sebenarnya mencakup seluruh sekolah di Jawa Tengah, namun pelaksanaannya dilakukan bertahap. Sekolah yang ditunjuk nantinya akan menjadi pusat penyebaran informasi dan edukasi ke sekolah lain di wilayah masing-masing.
"Demikian dari segi target sekolah ada berapa sasarannya, kalau target secara umum, ya sebenarnya ini adalah menjadi kebutuhan seluruh sekolah di Jawa Tengah. Jadi, modelnya nanti juga akan desiminasi untuk masing-masing sekolah di Kabupaten/Kota yang ditunjuk nanti dia akan desiminasi ke sekolah-sekolah lain," jelasnya.
Kepala SMA Negeri 6 Semarang, Yuwana, menyambut baik penunjukan sekolahnya sebagai lokasi percontohan. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menularkan semangat toleransi dan kewaspadaan kepada seluruh siswa.
Yuwana mengatakan dari 150 siswa yang mengikuti kegiatan, nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat menyebar ke seluruh siswa di sekolahnya. “Harapannya dari 150 anak ini bisa menyebarkan virus baik kepada paling tidak 1.275 siswa kami, kemudian bisa keluar ke sekolah lain sehingga mendapatkan edukasi yang sama,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....