Laga Persak vs PSIR di Purworejo Diwarnai Keributan

  • 10 Feb 2026 09:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Pertandingan sengit dalam laga leg pertama semifinal Liga 4 Jawa Tengah antara Persak Kebumen melawan PSIR Rembang sempat diwarnai keributan di dalam dan luar stadion. Laga itu berlangsung di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Kabupaten Purworejo, pada Senin, 9 Februari 2026.

Keributan di luar stadion itu terjadi karena ratusan suporter yang sudah membawa tiket biru dan tiket warna merah dari Persak Kebumen dilarang masuk oleh panitia penyelenggara.Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terjadi kericuhan karena langsung ditangangi oleh pihak kepolisian dari Polres Purworejo.

Sementara, keributan yang didalam stadion itu bermula di babak kedua saat pemain PSIR Rembang, M. Ubaid, mencetak gol spektakuler lewat tendangan salto. Bola sempat bersarang ke gawang Persak Kebumen, namun wasit memutuskan menganulir gol tersebut.

Wasit beralasan kaki Ubaid dinilai mengenai kepala pemain belakang Persak. Keputusan itu langsung memicu protes keras dari kubu PSIR.

Situasi semakin memanas ketika Ubaid justru diganjar kartu kuning kedua, yang otomatis berujung kartu merah. PSIR pun harus melanjutkan sisa pertandingan dengan 10 pemain.

Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Wisnu Nugroho dari Persak Kebumen berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-19 dan pada menit ke-80, dan Hairul Panjul menjadi pahlawan bagi PSIR Rembang.

Manager Persak Kebumen, Manajer Persak Kebumen Arif Budiman menyampaikan, keributan di luar stadion itu terjadi karena miskomunikasi antara panitia penyelenggara dan pihak keamanan. "Alhamdulillah setelah diskusi dengan baik akhirnya semua suporter diperbolehkan masuk ke dalam lapangan untuk melihat pertandingan sepak bola Persak Kebumen melawan PSIR Rembang," kata Arif.

Lebih lanjut, Arif mengungkapkan, tiket itu dijual 500 dari kapasitas 700 penonton. Sebanyak 200 tiket disediakan untuk tamu undangan, keluarga pemain dan official.

"Pejabat dari Kebumen tadi juga tidak bisa masuk karena tertahan di pintu masuk. Kami berharap tahun ini bisa masuk nasional, tentunya kita berharap  di leg kedua bisa menang dan msuk final," ungkap Arif.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra menyampaikan, sebanyak 538 personel gabungan diterjunkan. Termasuk bantuan kendali operasi (BKO) dari satu peleton Kodim 0708/Purworejo, Dalmas Polres Magelang, Wonosobo, Kebumen, hingga Brimob Kutoarjo dan satu regu Damkar.

“Pengamanan dibagi dalam beberapa ring, mulai dari jalur raya untuk mengurai kemacetan, pintu masuk stadion untuk sterilisasi benda berbahaya seperti sajam dan alkohol, hingga area nobar di Terminal Lama Purworejo,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, personel kepolisian juga bertugas di perbatasan Mergoyoso (Purworejo-Magelang) untuk melakukan penyekatan terhadap potensi kedatangan suporter PSIR Rembang. Sementara, pengamanan di dalam stadion disediakan oleh panitia penyelenggara.(Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....