Kasus Leptospirosis di Kota Semarang Merenggut 23 Jiwa

  • 09 Feb 2026 19:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat dalam tiga tahun terakhir, 23 warga meninggal dunia akibat leptospirosis. Rinciannya, sepuluh orang pada 2023, lima orang tahun 2024 dan delapan orang di 2025.

Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan, kasus leptospirosis di Kota Semarang menunjukkan tren fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Bahkan pada 2025, jumlah kasus mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan 2024.

"Jadi jumlah kasus leptospirosis pada 2023 ada 38 kasus, 2024 sebanyak 32 kasus dan 2025 meningkat menjadi 59 kasus. Lepto ini disebabkan oleh bakteri, bukan virus," katanya, Senin, 9 Februari 2026.

Hakam membeberkan, jika bakteri leptospira relatif mudah berkembang ketika masuk ke dalam tubuh manusia sehingga berisiko tinggi menginfeksi hingga menyerang organ vital. Penyakit tersebut memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Pihaknya menyebutkan, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kurangnya partisipasi warga menjaga kebersihan menjadi faktor yang memperbesar risiko penularan. Pasalnya, sebagian besar kasus leptospirosis di Kota Semarang banyak ditemukan di kawasan permukiman padat yang memiliki persoalan lingkungan.

"Mulai akhir 2025 kemarin sudah ada gerakan yang namanya OTT, Operasi Tangkap Tikus. Semakin banyak tikus yang kita tangkap, kemungkinan besar penularan bakteri kepada manusia akan semakin kecil," katanya. 

Diketahui, strategi penanganan kasus leptospirosis di Semarang meniru pola penanggulangan demam berdarah yakni dengan fokus pada pengendalian sumber penularan. Dinkes akan mendorong lebih gencar gerakan OTT sebagai upaya menekan populasi hewan pengerat di permukiman padat.

"Di akhir 2025 itu kami menargetkan di wilayah kelurahan terutama yang masuk kategori rentan bisa menangkap 50 sampai 100 ekor tikus. Setelah tertangkap, nanti teman-teman puskesmas akan mengajari bagaimana penanganannya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....