Unimma dan Pimpinan Ranting Aisyiyah Latih Pembuatan Biopori
- 07 Feb 2026 20:17 WIB
- Semarang
RI.CO.ID, Kota Magelang - Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsari memberikan pelatihan pembuatan biopori bagi warga Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Pelatihan pembuatan biopori tersebut sebagai alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga.
“Unimma dengan menggandeng Pimpinan Ranting Aisyiyah ( PRA) Kedungsari memberikan pelatihan pembuatan biopori. Pembuatan biopori tersebut salah satunya, untuk menghadapi permasalahan sampah,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unimma Marlina Kurnia di sela-sela acara Qoryah Thayyibah (perkampungan yang diberkahi), Sabtu 7 Februari 2026.
Marlina mengatakan, pelatihan pembuatan biopori dan dikemas dalam program Qoryah Thayyibah tersebut, menyasar ibu-ibu sebagai pengelola utama sampah rumah tangga. Biopori menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mengolah sampah organik.
Menurutnya, penggunaan biopori tersebuti tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibuang. Namun, juga menghasilkan pupuk yang ramah lingkungan dan mempunyai nilai ekonomi.
Ia mengatakan, pembuatan biopori tersebut sangat sederhana dengan menggunakan pipa paralon yang ditanam ke dalam tanah satu meter dengan diameter 10-15 sentimeter. Selain itu, biopori juga dapat menggunakan barang bekas, berupa bekas galon air mineral.
“Mengolah sampah organik,dengan lubang biopori ini juga berfungsi sebagai resapan air. Bagi warga yang tidak memiliki lahan, biopori tetap bisa dibuat dengan memanfaatkan galon bekas air mineral,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kedungsariu, Budi Prakosa mengatakan, inisiatif pembuatan lubang biopori tersebut, sejalan dengan dengan kebutuhuan Kota Magelang dalam mengatasi persoalan sampah rumah tangga. Menyusul, persoalan sampah di Kota Magelang yang kian mendesak, yang mencapai 70-80 ton per hari.
Menurutnya, keterbatasan lahan di kota membuat pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya bertumpu pada sistem angkut dan buang. "Pembuatan biopori diharapkan mampu menjaga lingkungan di wilayah Kedungsari agar tetap bersih, sehat dan bebas dari sampah, terutama di lingkungan permukiman yang padat penduduknya," katanya.
Pihaknya menuturkan, pengelolaan sampah berbasis rumah tangga menjadi kunci untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Melalui langkah yang sederhana dengan memilah sampah dari rumah, diharapkan para ibu rumah tangga menjadi garda terdepan dalam upaya menyelamatkan lingkungan. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....