Sukses! Ekonomi Jateng Bertumbuh, Kemiskinan Turun Signifikan 2025

  • 07 Feb 2026 14:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 5,37 persen (y-on-y), melampaui rata-rata nasional 5,11 persen. Capaian ini menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Imbas kinerja ekonomi yang positif tersebut berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di wilayah ini. Pemerintah provinsi menilai pertumbuhan yang terjadi tidak berhenti pada angka makro, tetapi menyentuh kesejahteraan warga.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menegaskan, tren positif ini harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat bawah. Pengurangan kemiskinan perlu dimasifkan melalui penganggaran yang tepat sasaran.

Menurutnya, akses pendidikan yang lebih baik bagi kelompok disabilitas juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia.

"Maka anggaran ini harus mengarah pada angka kemiskinan termasuk memberikan akses pendidikan. Karena kan seperti kalangan disabilitas ini bisa lebih baik lagi hidupnya," ujaranya usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Jumat, 6 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno memaparkan, angka kemiskinan turun dari 9,48 persen pada Maret 2025 menjadi 9,39 persen pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 3,34 juta orang, berkurang 21,87 ribu orang dibanding Maret 2025.

Jika dibanding September 2024, penurunannya mencapai 51,52 ribu orang dari sebelumnya 3,40 juta orang. Kondisi ini diperkuat dengan gini ratio di angka 0,350. 

"Hal ini mengindikasikan ketimpangan pendapatan antar penduduk semakin menyempit," ujar Sumarno.

Peningkatan ekonomi juga tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita yang kini mencapai Rp50,82 juta atau naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Tingkat pengangguran terbuka pun terjaga di angka 4,32 persen per November 2025.

Meski demikian, Pemprov Jateng mengakui masih ada pekerjaan rumah pada sektor Indeks Pembangunan Manusia yang berada di angka 74,77. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi fokus perbaikan ke depan.

Untuk tahun 2027, arah kebijakan difokuskan pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru. Revitalisasi alat praktik SMK dan peningkatan kompetensi guru berbasis industri juga diprioritaskan guna menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif.

Pemprov Jateng menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga tren positif ini. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....