Operasi Simpatik Satlantas Pati, Pengendara Patuh Dapat Hadiah

  • 06 Feb 2026 14:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pati — Pengendara yang tertib berlalu lintas mendapat hadiah dari Satuan Lalu Lintas Polresta Pati dalam Operasi Keselamatan Candi 2026. Hadiah berupa souvenir dibagikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna jalan yang patuh aturan.

Operasi simpatik tersebut digelar di Jalan Kolonel Sunandar, tepatnya di depan GOR Pesantenan Pati, Kamis, 5 Februari 2026 sore. Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.15 WIB.

Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi. Sinergi dilakukan bersama Pom TNI, Dinas Perhubungan, UPPD, dan Jasa Raharja melalui pelayanan langsung di lapangan.

Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan operasi simpatik menjadi sarana edukasi sekaligus apresiasi bagi masyarakat. “Kami ingin pengguna jalan merasa dihargai ketika patuh, bukan sekadar ditindak saat melanggar,” ujarnya.

Selain membagikan souvenir, petugas juga menghadirkan layanan Samsat keliling bagi masyarakat. Teguran simpatik diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

“Pendekatan persuasif ini diharapkan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri pengendara,” kata Kompol Riki. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Data kegiatan mencatat pembagian 25 souvenir, pelayanan pajak kendaraan kepada tujuh wajib pajak, serta 11 teguran simpatik. Meski demikian, pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan tetap ditindak.

“Namun kami tetap menindak pelanggaran serius, khususnya penggunaan knalpot brong yang mengganggu keselamatan,” ucapnya. Dalam kegiatan tersebut, satu pelanggaran knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis ditindak dengan tilang.

“Pesan kuat ini menunjukkan bahwa kebisingan berlebihan berpotensi mengganggu ketertiban dan memicu konflik,” katanya. Penindakan dilakukan sebagai bentuk penegakan hukum yang terukur.

Kompol Riki menambahkan, Operasi Keselamatan Candi 2026 bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Upaya ini dilakukan melalui kombinasi edukasi, pelayanan, dan penindakan.

Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengendara, Debora Ratnawati (41), mengaku senang menerima souvenir dari petugas. “Pendekatan seperti ini membuat masyarakat lebih sadar untuk patuh, bukan sekadar takut pada hukuman,” katanya (APB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....