PMI Semarang Fokus Lansia dan Disabilitas, Ini Terobosannya
- 04 Feb 2026 14:41 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang memfokuskan program kemanusiaan tahun 2026 pada kelompok lansia dan penyandang disabilitas. Fokus tersebut menjadi bagian dari terobosan PMI dalam memperkuat kesetaraan akses kesehatan dan kualitas hidup masyarakat rentan.
Komitmen itu disampaikan dalam Musyawarah Kerja PMI Kota Semarang yang digelar pada Rabu, 4 Desember 2026. Agenda musyawarah membahas penyusunan rencana program kerja serta anggaran biaya dan belanja sepanjang tahun 2026.
Ketua PMI Kota Semarang, dr. Awal Prasetyo, mengatakan lansia dan penyandang disabilitas membutuhkan perhatian khusus agar memperoleh perlakuan yang setara dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk layanan kesehatan.
“Kita menyadari bahwa kelompok ini memerlukan perhatian khusus, utamanya terhadap kesetaraan mereka di dalam mengakses banyak kepentingan masyarakat termasuk kesehatan. Kemudian juga memberikan perlakuan yang sama terhadap peningkatan kesehatan dan kualias hidup mereka,” ujarnya.
Selain fokus pada kelompok rentan, PMI Kota Semarang juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan darah. Kondisi tersebut terjadi seiring menurunnya kebutuhan darah di tengah meningkatnya stok darah di Kota Semarang.
“Karena imun donor darah di Kota Semarang itu luar biasa untuk menurunkan darahnya. Nah, oleh karena itu imunisasi Semarang membuat inovasi yang memanfaatkan sisa darah yang tidak terpakai, dengan menggunakan sel dari komponen darah untuk regenerasi sel,” ucapnya.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui pemanfaatan komponen darah tertentu untuk pelayanan kesehatan. PMI Kota Semarang mengembangkan metode Platelet-Rich Plasma (PRP) sebagai salah satu terobosan layanan.
“Suatu plasma atau trombosit yang memiliki faktor pertumbuhan bisa berefek meregenerasi sel-sel kulit, meregenerasi sel pankreas. Kemudian perbaikan sel hepar untuk metabolisme, kolesterol, asam urat, dan juga lain-lainnya termasuk untuk osteoarthritis,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama PMI Jawa Tengah, Prof. FX Sugiyanto, menilai PMI Kota Semarang dapat menjadi role model dalam pengelolaan organisasi PMI di daerah. Hal tersebut tercermin dari kemandirian organisasi dalam membangun ekonomi melalui layanan usaha dan capaian Bulan Dana yang tinggi.
“PMI Kota Semarang diharapkan menyumbangkan saran dan ide kreatif dalam Musyawarah Kerja Provinsi PMI Jateng yang akan diselenggarakan. Kami harapkan PMI Kota Semarang nanti bisa hadir dan berbagi pengalaman dan kreatifitas kepada 35 PMI kabupaten/kota di Jateng,” ucapnya.
Melalui program dan inovasi tersebut, PMI Kota Semarang berharap mampu memperkuat peran kemanusiaan. Selain itu, juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....