Pedagang Pasar Wiradesa Keluhkan Naiknya Harga Sembako
- 04 Feb 2026 08:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pekalongan - Sejumlah pedagang di Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, mulai mengeluhkan kenaikan harga berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kenaikan harga ini berdampak langsung pada menurunnya jumlah pembeli dalam dua pekan terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan komoditas seperti cabai dan bawang mengalami tren kenaikan harga yang dipicu meningkatnya permintaan masyarakat. Kondisi ini membuat harga di tingkat pedagang merangkak naik dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
Pedagang sayuran di Pasar Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Asrofi, mengungkapkan, kenaikan harga ini merupakan fenomena tahunan di pasar tradisional Kabupaten Pekalongan tiap kali mendekati bulan puasa.
"Harga cabai rawit setan dari Rp35 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada bawang merah yang saat ini mencapai Rp60 ribu dari semula Rp40 ribu perkilogram," terangnya Rabu 4 Februari 2026.
Selain kelompok sayuran, harga daging ayam potong juga menunjukkan tren serupa. Dari harga semula Rp36 ribu per kilogram, kini merangkak naik ke angka Rp38 ribu di pasar, bahkan menembus Rp40 ribu per kilogram di tingkat pengecer.
Masriah, pedagang ayam potong di Pasar Wiradesa, menyebut fluktuasi harga ini membuat daya beli masyarakat menurun drastis."Harga ayam potong naik turun awal tahun sempat naik sampai Rp42 ribu per kilogram, terus turun menjadi Rp36 ribu per kilogram," katanya.
"Saat ini mulai naik Rp37.500 sampai Rp38 ribu perkilogramnya. Akibatnya kondisi tersebut pembeli menjadi sepi," jelas Masriah.
Menurutnya, para pedagang mulai merasakan tekanan harga pasar yang kian meningkat. Tekanan ini lazim terjadi menjelang Ramadan karena tingginya permintaan rumah tangga yang bersiap menyambut bulan suci tersebut.
Meskipun demikian, para pedagang berharap Pemerintah Daerah dan Satuan Tugas Pengendalian Inflasi Daerah segera melakukan pemantauan harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di pasar tradisional. Tujuannya aar tidak terjadi lonjakan harga yang tajam selama Ramadan nanti.(Teddy)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....