Pemerintah Kota Magelang Perkuat Ekosistem Kebudayaan Masyarakat

  • 01 Feb 2026 16:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Di tengah dinamika sosial perkotaan yang terus berjalan, Pemerintah Kota Magelang menegaskan upaya penguatan identitas melalui jalur kebudayaan. Identitas Kota Magelang melalui penguatan ekosistem kebudayaan menjadi hal yang senantiasa diupayakan oleh Pemerintah Kota Magelang.

"Pembangunan kota tidak cukup hanya berbasis fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pijakan nilai dan makna yang tumbuh dari kebudayaan,” kata Wali Kota Magelang, Damar Prasetyoni, saat membuka kegiatan Dialog Budaya Tahun 2026 bertajuk "Pemajuan Kebudayaan" di Aula Cendikia Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jumat, 30 Januari 2026.

Damar mengatakan, kebudayaan tidak hanya berbentuk kesenian atau tradisi, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari dan etika hidup bermasyarakat. Oleh karena itu, penguatan kebudayaan harus menyentuh cara berpikir dan bertindak warga kota.

Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya berbasis fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pijakan nilai dan makna yang tumbuh dari kebudayaan. Sehingga, memerlukan dialog yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku budaya, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ia menambahkna, dialog  tersebut bukan seremoni, melainkan ruang untuk mengisi pikiran dan jiwa, agar mempunyai referensi baru dalam membangun kota, sehingga akan lahir kesepahaman dan kepercayaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho mengatakan, forum dialog yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang tersebut, merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pegembangan Kebudayaan. 

"Kami bukan hanya penjaga museum. Tugas kami adalah memfasilitasi perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan," kata Nurwiyono.

Menurutnya, Kota Magelang secara geografis merupakan kota kecil dengan luas 18, 1 kilometer persegi dan hanya mempunmyai tiga wilayah kecamatan. Meskipun luas wilayahnya kecil, tetapi mempunyai sejarah dan budaya yang besar,yakni mempunyai 10 objek pemajuan kebudayan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang. Yakni menjadi  menjadi motor ekonomi kreatif tanpa menghilangkan kesakralannya dari 10 obyek pemajuan kebudayaan, mulai dari seni pertunjukan hingga naskah kuno.(wied).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....