Bantu Pemulihan, Untidar Kirim 102 Mahasiswa ke Sumbar

  • 01 Feb 2026 12:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang mengirimkan 102 mahasiswa, untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak 2026. Ke -102 mahasiswa Untidar Magelang tersebut akan membantu masyarakat Sumatera Barat di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Agam dan  di Limau Gadang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Kegiatan para mahasiswa Untidar  untuk  mengikuti program pemulihan pascabencana di Sumatera, merupakan program dari Kementerian Dikti Saintek. Untuk mahasiswa Untidar mendapatkan bagian di Provinsi Sumatera Barat di dua kabupaten,” kata Rektor Untidar Magelang, Sugiyarto pada pelepasan di halaman Rektorat Untidar Magelang, Sabtu, 31 Januari 2026.

Sugiyarto mengatakan, kegiatan yang dilakukan ke-102 mahasiswa Untidar tersebut hampir mirip dengan program kuliah kerja nyata (KKN) tematik. Sehingga, setelah selesai mengikuti program tersebut, para peserta ini nantinta tidak perlu lagi mengikuti KKN regular. 

Kegiatan Program Mahasiswa Berdampak 2026 ini didanai oleh Kementerian Dikti Saintek. ”Program ini seperti KKN Tematik. Jadi keduanya mengajukan program pendanaan dari Kementerian Dikti Saintek, sesuai dengan tema masing-masing,” ujarnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Eny Boedi Orbawati mengatakan, dari dua tim mahasiswa Untidar Magelang tersebut  proposal yang diajukan ke Kementerian Dikti Saintek sebanyak empat proposal dan disetujui dua proposal. Yakni, teknologi tepat guna berupa pembuatan pembangkit listrik tenaga surya, penjernihan air, pengolahan ikan dan limbah minyak serta program integrasi ketahanan pangan.

“Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Agam yaitu teknologi tepat guna berupa pembuatan pembangkit listrik tenaga surya, penjernihan air, pengolahan ikan, dan limbah minyak jelantah. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan akan melaksanakan program integrasiketahanan pangan melalui instalasi smart farming,” kata Enny.

Ia menambahkan, sebelum diberangkatkan, para peserta mendapat pembekalan secara daring oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang. Pembekalan yang diberikan berupa adat istiadat dan sopan santun untuk mengenal kebiasaan hidup masyarakat Sumatra Barat. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....