Wakaf Uang Kemenag Pati Jawab Tantangan Kemiskinan Hingga Bencana
- 30 Jan 2026 14:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pati - Kantor Kementerian Agama(Kemenag) Kabupaten Pati meluncurkan Gerakan Investasi Wakaf Uang(Giwang) untuk menggerakkan partisipasi masyarakat atasi masalah sosial. Gerakan inovatif ini secara khusus menjawab tantangan kemiskinan dan kondisi darurat bencana banjir.
Pelaksana Tugas(Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri langsung acara penandatanganan kerja sama sekaligus peluncuran Giwang di Aula Kantor Kemenag Pati, Jumat. 30 Januari 2026. Ia menyebut Kemenag Pati sebagai pelopor sistem wakaf uang yang dapat diikuti oleh jajaran pemerintah daerah.
“Kementerian Agama Kabupaten Pati ini yang pertama kali di Indonesia menerapkan sistem wakaf uang. Ini motivasi yang luar biasa, dan Insyaallah, ke depan, kami di jajaran Pemerintah Kabupaten Pati juga bisa melaksanakan hal yang sama,” ujar Chandra.
Chandra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu para korban banjir melalui gerakan ini. “Kondisi Pati memang sedang berduka dengan adanya bencana banjir yang mulai dari 9 Januari sampai sekarang masih belum surut,” katanya.
Ia menjelaskan, konsep wakaf uang mengubah paradigma bahwa wakaf tidak lagi memerlukan harta yang besar. “Ternyata wakaf ini metodenya uang Rp1.000 atau Rp2.000 juga sudah termasuk wakaf, slogannya Drs Bejo, Dua Ribu Saja Sebelum Kerjo,” ucapnya.
Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaikhu, menegaskan pengentasan kemiskinan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat. “Pengentasan kemiskinan itu tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, termasuk masyarakat dan sektor swasta,” ujar Syaikhu.
Ia menyatakan, dana wakaf uang akan dikelola secara profesional bersama Bank Muamalat dan disalurkan berdasarkan data Dinas Sosial. Melalui gerakan ini, diharapkan tercipta kekuatan baru gotong royong untuk membangun kesejahteraan masyarakat Pati secara berkelanjutan.(*)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....