Petani Kendal Butuh Dukungan Benih dan Pupuk

  • 26 Jan 2026 21:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID-Semarang - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia(HKTI) Kendal berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa tambahan alokasi benih dan pupuk bagi petani terdampak banjir. Bantuan tersebut dinilai penting agar petani tetap bisa melanjutkan musim tanam dan menjaga produksi pangan daerah.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kendal, Tardi, mengatakan kerusakan tanaman padi di sejumlah wilayah, beragam, mulai 50 hingga 100 persen. Kondisi terparah terjadi di area persawahan utara jalur Pantura yang terendam banjir cukup lama.

Setelah banjir surut, petani akan melakukan tanam ulang. Mereka memanfaatkan sisa tanaman yang masih hidup serta melakukan persemaian kembali.

Namun, langkah tersebut menambah beban biaya produksi. Sebab, benih dan pupuk sebelumnya sudah digunakan.

“Tanaman padi banyak yang busuk dan tidak bisa diselamatkan, sehingga petani terpaksa mencabut, memilih kalau ada yang masih layak ya dikumpulkan dan ditanam ulang. Kalau nggak gitu, misalnya yang rusak langsung diganti, ditanam bibit baru kan nanti masa panennya berbeda, jadi tidak bisa,” ujarnya kepada RRI, Senin, 26 Januari 2026.

Tardi menjelaskan, bagi petani yang sudah memupuk sebelum banjir, kerugian yang dialami lebih besar karena tanaman mati sebelum panen. "Kalau sebelum diberi pupuk ‘kan ya rugi tanaman, tapi yang lebih rugi itu kalau sudah diberi pupuk, sudah banyak yang diakomodasikan ke sana," tuturnya.

Ia juga berharap cuaca segera membaik agar proses tanam ulang berjalan optimal. Petani di Kendal berupaya bangkit dari dampak banjir demi menjaga keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....