Telkom Group Perkuat Keandalan Infrastruktur dan Konektivitas
- 26 Jan 2026 20:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta - World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026, menjadi forum strategis bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Perusahaan telekomunikasi itu menegaskan perannya dalam membangun fondasi digital nasional yang berkelanjutan.
Agenda yang digagas oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Danantara dan KADIN ini menyatukan unsur pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi. Mereka disatukan untuk mendorong dialog, kolaborasi, dan kemitraan global guna mendukung agenda transformasi ekonomi digital di Indonesia.
Dihadiri secara langsung oleh Presiden RI, rangkaian forum ini melibatkan perwakilan lebih dari 50 negara dan 1.000 perusahaan global terkemuka. Ikut dilibatkan 100 pimpinan perusahaan, serta kepala negara dan pemimpin dunia dari berbagai sektor industri.
Keikutsertaan Telkom di forum ini sejalan dengan dibukanya kembali Indonesia Pavilion pada WEF Annual Meeting 2026 dengan mengusung tema “Endless Horizons with Indonesia”. Turut hadir Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, sebagai narasumber dalam sesi panel discussion yang membahas “Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy”.
Dian menuturkan, sesi ini menekankan strategi membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan kompetitif melalui kolaborasi global dan inovasi teknologi. Ini sejalan dengan peran Telkom dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional.
Hingga saat ini, kata dia, TelkomGroup telah menggelar lebih dari 180.000 kilometer infrastruktur backbone dan kabel bawah laut. Selain itu juga melibatkan 27 sistem kabel laut internasional.
Dengan kepemilikan infrastruktur fiber yang ekstensif, ia menjelaskan, TelkomGroup menjadi tulang punggung konektivitas di negara kepulauan terbesar di dunia. "Sekaligus mendorong ekosistem digital yang merata di seluruh wilayah Indonesia," kata Dian melalui siaran pers, Senin, 26 Januari 2026.
Ia menyampaikan, transformasi digital yang berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi. “Melalui World Economic Forum Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mendukung kolaborasi lintas industri, menarik investasi jangka panjang, dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global,” ujar Dian.
Ia menjelaskan, peran tersebut semakin strategis seiring agenda nasional pemerataan akses digital yang menargetkan konektivitas serat optik di 90% kecamatan. Termasuk cakupan mobile broadband bagi 98% populasi.
“TelkomGroup berkontribusi aktif dalam memastikan perluasan jaringan tidak hanya terfokus pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Namun juga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) guna mengurangi kesenjangan dan mendorong pemerataan akses digital antarwilayah,” jelasnya.
Saat ini, kata dia, Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband. Sementara IndiHome menjangkau 10,3 juta pelanggan fixed broadband, dengan luas jaringan TelkomGroup yang mencakup sekitar 97% populasi Indonesia.
Selain konektivitas, ia mengatakan, TelkomGroup juga memperkuat kedaulatan data nasional melalui pengembangan data center bersertifikasi internasional dan kapabilitas cloud lokal. Di tahun 2026, fasilitas Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan HDC NeutraDC Nxera Batam, yang AI-ready, siap beroperasi dan melayani pelanggan.
Dian mengatakan, layanan tersebut mendukung kebutuhan hyperscaler dan enterprise global. Fasilitasnya juga didukung oleh ekosistem konektivitas internasional dan standar operasional global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....