Wali Kota Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
- 26 Jan 2026 20:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, seluruh proses pengangkatan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya dilakukan tanpa praktik jual beli jabatan. Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso periode 2025–2029 di Balai Kota Semarang, Senin 26 Januari 2026.
Agustina menyampaikan, jabatan Direktur PT Taman Satwa Semarang merupakan posisi strategis. Sebab, Semarang Zoo memiliki peran penting sebagai ruang rekreasi, edukasi, sekaligus kawasan konservasi satwa.
Oleh karena itu, proses pengisiannya dilakukan secara hati-hati dan profesional. “Proses pengisian jabatan ini dilaksanakan dengan sangat tertib, transparan, sesuai dengan ketentuan undang-undang. Saking hati-hatinya jadi lama,” ujarnya.
Agustina secara terbuka menanggapi isu terkait dugaan adanya transaksi dalam pengangkatan jabatan. Praktik tersebut tidak dibenarkan dalam kepemimpinannya. “Di Kota Semarang ini penting untuk disampaikan tidak boleh, tidak ada, dan bahkan dipikirkan pun tidak,” kata Agustina.
Dirinya menjelaskan, dalam kepemimpinannya, seluruh pengisian jabatan dilakukan dengan orientasi kerja bersama untuk kepentingan Kota Semarang. Selain itu juga mempertimbangkan peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.
Menurutnya, untuk menjaga integritas pengambilan keputusan strategis, Pemerintah Kota Semarang menerapkan pendekatan kehati-hatian. “Kita akan mencoba secret action and silence untuk semua hal yang bersifat strategis dan memiliki potensi untuk dimainkan oleh orang-orang yang tidak pernah berjalan,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, rangkaian seleksi melibatkan panitia dari luar serta lembaga independen yang memiliki integritas dan kepakaran, hingga akhirnya menetapkan direktur terpilih. Keputusan tersebut, kata dia, merupakan hasil kesepakatan bersama dan dilakukan secara transparan.
Ia juga berpesan agar pengelolaan Semarang Zoo difokuskan sebagai ruang edukasi, konservasi, dan rekreasi yang profesional dan berkelanjutan. Tentunya juga dengan peningkatan kualitas pelayanan, kesejahteraan satwa, serta inovasi wahana ramah anak dan keluarga.
Ia juga mendorong pengembangan kawasan yang lebih alamiah melalui penataan sederhana namun edukatif untuk memperkuat pengalaman belajar, rekreasi, dan fungsi konservasi.
Sementara itu, Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Semarang Zoo. “Taman satwa ini harus naik kelas, karena sekarang ini kan hasil audit dari kementerian kehutanan nilai kita kan C, nah nanti akan bertahap menjadi B kemudian menjadi A,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi akan menjadi fokus utama. Termasuk persiapan menghadapi libur Lebaran serta penguatan program kesejahteraan satwa di Semarang Zoo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....