Banjir Tinggi, Distribusi Logistik Warga Pekalongan Gunakan Perahu
- 26 Jan 2026 15:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pekalongan – Banjir yang masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan akses jalan belum dapat dilalui kendaraan. Distribusi logistik bagi warga terdampak pun terpaksa dilakukan menggunakan perahu.
Hingga Senin, 26 Januari 2026, ketinggian air di sejumlah titik masih cukup tinggi, berkisar 60 sentimeter hingga 1,5 meter. Pemerintah desa bersama warga dan pemuda setiap hari menyalurkan bantuan dengan menggunakan perahu kayu dan perahu milik warga.
Menurut keterangan petugas di lapangan, Hamdan banjir yang belum surut membuat sebagian warga masih bertahan di rumah dan belum dapat beraktivitas secara normal. Penggunaan perahu menjadi satu-satunya sarana untuk menjangkau permukiman warga yang terisolasi.
Secara bergantian, mereka mengambil dan mendistribusikan bantuan logistik baik dari Dapur Umum Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan ataupun bantuan dari berbagai pihak. "Selain menyalurkan logistik, sehari tiga kali kami juga membantu warga yang akan keluar dan masuk desa untuk beraktivitas," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan petugas distribusi makanan, Zabidin. Meski sebagian warga telah mengungsi, sebagian lainnya masih bertahan di posko- posko pengungsi mandiri.
Terdapat 4 posko pengungsi yang ada di desa Tegaldowo. Ada 2 posko di Tegaldowo bagian barat Sungai Meduri dan 2 posko di sebelah timur Sungai Meduri.
"Hampir semua rumah ditinggalkan dan yang bertahan di posko adalah mereka yang menjaga perabotan. Kendaraan warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi seperti di tanggul Sungai Sengkang," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....