Pemkot Semarang Kembangkan Kampung Batik Rejomulyo Ramah Lingkungan

  • 25 Jan 2026 19:52 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan Kampung Batik Rejomulyo sebagai sentra batik ramah lingkungan sekaligus penguat identitas Batik Semarang. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Kampung Batik Rejomulyo dalam rangkaian kegiatan Temu Warga Lokal Semarang Timur, Minggu 25 Januari 2026.

Dalam kunjungannya, Agustina mengapresiasi pengelolaan kawasan produksi batik yang telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga memungkinkan proses membatik dengan pewarna alam. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kampung Batik Rejomulyo dalam menjaga lingkungan tanpa meninggalkan nilai budaya.

“Wah ini keren, di belakangnya ada IPAL, jadi ini memang diniatkan untuk produksi batik dengan pewarna alam. Bukan hanya produksi kain batik dengan pewarna-pewarna biasa, Ini dengan pewarna alam,” ujar Agustina.

Tak hanya fokus pada produksi, Wali Kota juga menaruh perhatian pada upaya pelestarian sejarah Batik Semarang. Pelaku batik setempat bahkan menggagas hadirnya museum batik di kampung setempat.

Museum ini menampilkan replika batik Semarang sejak era 1800–1900-an. Menurut Agustina, inisiatif tersebut menjadi nilai tambah yang penting bagi Kampung Batik Rejomulyo.

“Nantinya ada produk berkualitas yang akan diproduksi di sini selain dari produk UMKM batik yang sudah ada yang dikerjakan oleh Kampung Batik. Jadi kita ada upgrade nih, ya dengan pengetahuan sejarah, dengan berbagai macam keahlian yang dimiliki,” jelasnya.

Agustina menambahkan, revitalisasi Kampung Batik Rejomulyo yang dilakukan Pemkot Semarang menjadi kado 20 tahun sejak kawasan tersebut mulai dikembangkan pada 2006. Revitalisasi tersebut menghadirkan kawasan yang lebih tertata, ruang pamer yang bersih, serta lingkungan yang lebih representatif bagi pengrajin maupun pengunjung.

“Kalau kemarin 'kan tempatnya agak kurang cantik. Sekarang jadi luar biasa cantik sih, terus ruang pamernya juga jadi bersih,” katanya.

Terkait penguatan ekonomi warga, Agustina menegaskan peran Pemkot Semarang adalah mendorong promosi dan kenyamanan kawasan agar wisatawan datang dan berbelanja. “Tugas pemerintah kota itu meng-endorse, supaya pelancong datang ke sini, belanja aman dan nyaman, lalu kembali lagi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....