Tembus Dunia, Ekspor Jamu Jateng Catatkan Capaian Positif

  • 23 Jan 2026 12:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kinerja ekspor jamu Jawa Tengah mencatatkan capaian positif menembus 24,6 juta dolar AS (USD) hingga akhir 2025. Angka itu mencapai 0,22 persen dari total ekspor nonmigas daerah.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia di sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di Lingkungan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Ungaran, Jumat, 23 Januari 2026. Kunjungan dihadiri Kepala LPP RRI Semarang, Atik Hindari dan Kepala LPP TVRI Jawa Tengah, Sanny April Linda Damanik.

Emmylia menyebut, produk jamu Jateng telah menembus pasar Jepang, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia. Komoditas yang dikirim meliputi jamu tradisional, ekstrak jahe, bubuk kunyit, tolak angin, dan berbagai produk herbal lainnya.

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari kuatnya basis industri manufaktur Jawa Tengah. Industri ini tercatat menyumbang Rp170 triliun atau 33,4 persen terhadap PDRB pada triwulan III 2025.

"Pencapaian ini tidak lepas dari adanya dukungan kebijakan berupa kemudahan perizinan usaha dan kebijakan lain untuk meningkatkan iklim investasi serta adanya potensi sumber daya alam yang melimpah dan infrastruktur perhubungan modern," ujarnya.

Meski demikian, Emmy menyampaikan, industri jamu Jawa Tengah masih menghadapi tantangan pada kualitas dan konsistensi bahan baku. Persaingan pasar, pemasaran global, dan pemenuhan standar internasional juga masih perlu dikebut.

Ia mengaku saat ini terus mendorong kolaborasi antara industri, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat inovasi dan efisiensi produksi. Targetnya ekspor Jawa Tengah naik kelas hingga mampu memasuki pasar dunia.

Emmy berharap kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dimanfaatkan untuk menguatkan komitmen bersama. Harapannya, penguatan industri jamu berdampak pada kesejahteraan petani bahan baku, penciptaan lapangan kerja, dan ekonomi daerah.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nursanti menyebut, kunjungannya kali ini untuk belanja masalah di bidang industri. Adapun, Evita menyebut industri Jamu di Jawa Tengah khususnya Sido Muncul tidak memiliki kendala berarti.

"Tadi dari apa yang disampaikan tidak ada masalah karena mereka sudah menggunakan energi yang energi terbarukan. Jadi, ini sebenarnya sudah bisa dikategorikan green industry," ujarnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi yang dilakukan oleh Sido Muncul tidak berdampak PHK terhadap karyawan. "Itu luar biasa, yang kita takutkan itu adalah kemajuan teknologi mengurangi tenaga, ya kan, sehingga terjadi PHK," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....