SBY Kunjungi Makam Sarwo Edhie Wibowo di Purworejo

  • 09 Des 2025 15:55 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melakukan ziarah ke makam mertuanya, Jenderal TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo di Ngupasan, Kelurahan Pangenjurutengah, Purworejo, Selasa(9/12/2025). SBY tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 WIB, disambut hangat oleh keluarga besar serta para hadirin yang telah menunggu kedatangannya.

SBY menyampaikan doa dan refleksi panjang mengenai jasa serta keteladanan sang pahlawan nasional itu. “Sosok Sarwo Edhie Wibowo merupakan prajurit sejati, teguh pada Negara, dan lurus pada kebenaran," katanya.

SBY juga menceritakan perjalanan hidup Sarwo Edhie Wibowo yang menurutnya tidak hanya sarat prestasi, namun juga penuh keteguhan prinsip. Ia mengingat, hari pemakaman mertuanya pada 10 November 1989, tepat pada peringatan Hari Pahlawan.

“Saat itu saya masih Letnan Kolonel dan baru selesai Seskoad. Pemakaman dipimpin Jenderal Edi Sudradjat, dengan para sesepuh TNI hadir, termasuk Jenderal Faisal Tanjung dan Jenderal Wismoyo Arismunandar,” ucap SBY.

Menurutnya, meski wafat pada usia yang relatif muda, Sarwo Edhie meninggalkan teladan yang kuat, disiplin, keberanian, dan keteguhan pada negara, apa pun situasinya. SBY menegaskan, riwayat perjuangan Sarwo Edhie bukan sekadar catatan militernya, melainkan bagian penting dari perjalanan bangsa.

"Dirinya pejuang sejak 1945 dan turut bergerak dalam Palagan Ambarawa, momen yang mengubah pengakuan dunia terhadap eksistensi Indonesia. Berkiprah dalam RPKAD (Kopassus), terlibat dalam Operasi Trikora dan Dwikora, serta berbagai tugas operasi lain," ungkapnya.

Sarwo Edhie juga pernah menjabat Gubernur Akabri selama empat tahun, dan menjadi Duta Besar RI untuk Korea Selatan. Ia juga merupakan Inspektur Jenderal Kemlu dan ditugasi Presiden Soeharto untuk memimpin BP7, lembaga yang mengawal penghayatan Pancasila.

SBY juga menyinggung peran Sarwo Edhie saat penentuan keputusan politik di Papua melalui jajak pendapat PBB. Almarhum bertugas memastikan proses berjalan aman dan tertib.

Menurutnya, itulah nilai yang diwariskan Sarwo Edhie Wibowo. “Yakni cinta tanah air, disiplin, dan kesetiaan pada konstitusi,” ucapnya.

SBY juga menyinggung sosok Ibu Sunarti Srihadiyah, istri Sarwo Edhie, yang dimakamkan berdampingan dengan suaminya. Ia menyebut keberanian sang ibu saat rumahnya berulang kali didatangi patroli Belanda pada masa perang gerilya.

“Beliau pernah diinterogasi, tapi tetap teguh menjaga rahasia. Itu heroisme seorang istri prajurit,” ungkap SBY.

Ia menambahkan, Kabupaten Purworejo merupakan tanah kelahiran dari banyak tokoh penting Indonesia, seperti Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Urip Sumoharjo, hingga WR Supratman. “Purworejo harus bangga sebagai kota pejuang,” ucapnya. (AS/APR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....