Kunjungi Kampoeng Djadoel, Puan Terkesan Batik-Kuliner Tradisional

  • 29 Nov 2025 22:19 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau Kampoeng Djadhoel di kawasan Kampung Batik, Sabtu (29/11/2025) siang. Dalam kunjungannya, Puan berharap kekuatan budaya, kuliner, dan kerajinan yang masih hidup di Kampoeng Djadhoel dapat terus dikembangkan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini kampung yang harus dilestarikan. Kekhasan seperti ini tidak ada di tempat lain,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Puan Maharani menekankan pentingnya menjaga keaslian dan kekhasan Kampoeng Djadhoel. Tidak hanya pada batiknya, tetapi juga kuliner tradisional dan budaya keseharian warganya.

Puan juga menyoroti keunikan produk yang dibuat dari bahan-bahan kebun warga, termasuk gorengan tradisional yang diproses langsung oleh pembuatnya. Baginya, hal-hal sederhana seperti aroma brambang goreng merupakan kekhasan yang patut dipromosikan.

“Bau brambang gorengnya saja enak sekali. Di Jakarta sudah tidak ada yang menggoreng sendiri seperti itu, kebanyakan beli di toko, jadi hal-hal seperti ini yang harus dipromosikan,” katanya.

Sementara itu, Agustina Wilujeng menyampaikan, kemajuan Kampoeng Djadhoel hanya bisa terwujud melalui peran serta warga. Untuk itu, pihaknya memberikan challenge atau tantangan yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, hingga para pelaku UMKM setempat.

Ia juga mengumumkan kompetisi pembuatan konten promosi Kampoeng Djadhoel, yang terbuka bagi seluruh warga Kelurahan Rejomulyo. Peserta cukup membuat unggahan foto atau video bertema Kampoeng Djadhoel dan mempublikasikannya di media sosial.

“Pokoknya KTP-nya Kelurahan Rejomulyo boleh ikut,” ujar Agustina. Peserta diminta menautkan tagar #KampoengDjadhoel, #PemkotSemarang, dan #DisbudparSemarang, serta menandai akun resmi Wali Kota dengan waktu kompetisi satu minggu sejak diumumkan.

Ia pun memberikan ruang kepada warga untuk turut mengusulkan perbaikan, serta memastikan dukungan anggaran tetap berlanjut. Termasuk, bantuan dana Rp25 juta untuk RT yang menurutnya akan kembali diberikan tahun depan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menyampaikan apresiasi atas perhatian Puan terhadap kampung bersejarah tersebut. Menurutnya, kunjungan itu menjadi dukungan moral bagi masyarakat setempat untuk terus mempertahankan produksi batik Semarang.

Salah satu upaya yang tengah berjalan adalah pembangunan rumah workshop untuk masyarakat Kampoeng Djadhoel. Fasilitas itu disiapkan sebagai ruang belajar dan regenerasi perajin batik bagi anak-anak muda Kota Semarang.

“Tujuannya agar anak-anak Kota Semarang tetap mempertahankan Kampoeng Djadhoel sebagai kampung batik. Workshop-nya sedang dibangun dan mudah-mudahan akhir Desember sudah bisa dimanfaatkan,” ucap Iswar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....