Senator Abdul Kholik Desak Restrukturisasi Utang Whoosh KAI

  • 29 Okt 2025 08:55 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Senator DPD RI asal Jawa Tengah, Abdul Kholik, menegaskan, beban PT KAI akibat utang kereta api cepat Whoosh harus segera bisa direstrukturisasi. Hal ini agar tidak membebani operasional PT KAI yang kemudian berdampak pada kinerja pelayanan kepada publik.

‘’Kasus anjloknya kereta api menjadi salah satu indikator penting bahwa ada masalah serius akibat beban Whoosh karena setiap tahun PT KAI dibebani membayar hingga triliunan rupiah. Jumlah ini sangat besar dan hampir semua keuntungan PT KAI tersedot ke sana,’’ kata Abdul Kholik, pada siaran pers, Rabu(29/10/2025).

Sebagai anggota Komite Bidang Transportasi DPD RI, Kholik kemudian mendesak agar kondisi keuangan PT KAI segera dipulihkan melalui pengambilalihan beban utang kereta api cepat Whoosh oleh Danantara. ‘’Akan lebih baik apabila pengoperasian Woosh dikeluarkan dari PT KAI dan dibentuk badan usaha sendiri di bawah Danantara,’’ ungkapnya.

Anggota DPD asal Jawa ini juga menolak bila kereta api cepat Whoosh diperpanjang jalurnya sampai Surabaya yang pasti nanti akan melewati wilayah Jawa Tengah. ’’Kami menolak Whoosh diperpanjang sebelum urusan beban dan indikasi korupsi dalam proyek pembangunan kereta api dituntaskan, KPK mulai saat ini harus mengusut dan memastikannya," ucapnya.

Menurutnya, pengusutan proyek Whoosh penting agar kasus yang sama tidak terulang lagi ketika diperpanjang sampai Surabaya. Akibat beban pengelolaan Whoosh, PT KAI mengalami kesulitan melakukan ekspansi membangun infrastruktur kereta api.

Di antaranya seperti reaktivasi jalur kereta api lama, pembangunan jalur ganda di selatan Jawa, dan pembangunan jalur kereta api di luar Jawa. “Kalau terus dibebani utang kereta api cepat Whoosh, maka saya khawatir kualitas kinerja PT KAI yang selama ini sudah memuaskan publik, akan mengalami penurunan yang serius,’’ ujar Kholik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....