Walkot Semarang Wajibkan ASN Ikut Koperasi Merah Putih

  • 28 Agt 2025 18:39 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengeluarkan kebijakan untuk mewajibkan ASN di lingkup Pemkot Semarang menjadi anggota Koperasi Merah Putih. Hal itu ia ungkapkan usai meninjau Koperasi Merah Putih Gedawang bersama Menko Zulkifli Hasan, Kamis (28/8/2025).

Agustina mengatakan, kebijakan itu untuk mendukung penuh koperasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Nantinya, para abdi negara tersebut akan menjadi anggota koperasi di masing-masing kelurahannya.

“Koperasi itu dari anggota untuk anggota, kalau anggotanya banyak, stok barang juga banyak dan keuntungan bisa kembali ke anggota melalui SHU. Jadi ASN kami wajibkan bergabung dan kepatuhannya dipantau dinas terkait,” katanya.

Ia menyebut Koperasi Merah Putih akan berfungsi sebagai agen distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, gas, hingga pembayaran listrik. “Kalau anggota banyak, koperasi akan makin kuat, ini kesempatan besar untuk memajukan ekonomi warga,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMMP) Gedawang, Anis Turmudi mengatakan, koperasi merah putih di Gedawang baru mulai beroperasi sejak 19 Juli 2025. Namun, omzet yang diperoleh sudah mencapai Rp48 juta.

“Masyarakat antusiasmenya besar. Ini baru 1,5 bulan berjalan," ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, fokus KKMP Gedawang saat ini masih pada pelayanan sembako dan elpiji, serta memperbanyak anggota. Jumlah anggota yang sudah menyelesaikan administrasi sekitar 73 orang.

Sementara, yang sudah terdata tapi belum tuntas administrasi ada sekitar 107 orang. Daftar yang masih berada di Ketua RW atau belum diserahkan ke koperasi ada sekitar 122 orang.

"Target kami harusnya 500 anggota untuk satu kelurahan. Itu minimal," ucapnya.

Kapasitas anggota tersebut juga akan menentukan arah kebijakan KKMP Gedawang. Permodalan koperasi mengandalkan simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari anggota.

“Termasuk rencana penyediaan gerai khusus potensi kelurahan yang menggandeng UMKM sekitar. Makanya tadi kami memperbanyak anggota yang masuk dulu, agar perputaran uang semakin besar," katanya.

Dalam mengembangkan usahanya, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga terkait, seperti Pertamina, Bulog, dan supplier bahan pokok lainnya. Dengan begitu, harga beli lebih rendah, sehingga harga jual ke masyarakat juga tidak mahal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....