Gandeng Komunitas, Pemkot Semarang Berencana Dirikan Akademi Bonsai

  • 07 Jul 2025 21:57 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Wali Kota Semarang, Agustina berencana menggandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dan beberapa dinas untuk membuat sekolah bonsai. Sekolah diperuntukkan bagi anak-anak yang mempunyai hobi memelihara bonsai sampai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Hal itu disampaikan Agustina saat menghadiri acara pembukaan Semarang Bonsai Festival 2025 oleh PPBI yang digelar di Perumahan Graha Padma Semarang, Sabtu (5/7/2025) "Nanti akan diinisiasi sekolah bonsai, kolaborasi Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan PPBI untuk membuat sebuah akademi bonsai di Kota Semarang," katanya.

Dengan pembiayaan full dari Pemkot Semarang, ada keberlanjutan bagi anak-anak yang menyukai bonsai. Ia mendukung bonsai menjadi komoditas unggulan dari Kota Semarang, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi pada pasar lokal maupun internasional.

Berbagai jenis bonsai dihadirkan dalam pameran yang berlangsung hingga Selasa (8/7/2025) itu, di antaranya bonsai beringin, asam jawa, sancang, serut dan santigi. Tanaman kerdil khas Jepang ini memiliki harga yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp500 juta.

"Wah ini luar biasa, bagus banget, ini bisa menjadi salah satu masa depan. Karena ada pendapatannya dan jadi komoditi, menjadi hal strategis yang bisa dipikirkan," ujarnya.

Melihat antusiasme peserta, Agustina juga memastikan jika Pemkot Semarang mendukung pameran ini. Namun, ia menegaskan perihal penyelenggaraan tetap berada dalam naungan PPBI.

"Jadi penyelenggaranya adalah PPBI. Mereka yang expert, dan yang tahu sehingga ada nilai yang khusus dari sebuah pameran, Pemkot support saja," ujarnya.

Pihaknya juga menyarankan agar pelaksanaan pameran dilakukan lebih lama agar menjadi daya tarik wisatawan. "Saya tadi menawarkan, depan gedung balai kota di selasarnya itu bagaimana caranya menjadi rumah pamer," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....