Pengelolaan Parkir Pasar di Semarang Gunakan Sistem Lelang

  • 12 Jun 2025 13:59 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Dua titik lahan parkir di pasar tradisional Kota Semarang, yakni Pasar Johar dan Pasar Waru kini mulai ditertibkan. Penertiban dilakukan menyusul adanya pengelola baru yang memenangi lelang lahan parkir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Aniceto Magno da Silva mengatakan, lelang pengelolaan lahan parkir ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Kota Semarang. Ia mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya, tetapi hal itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

“Namanya juga hal baru, pasti ada kekurangan. Ini jadi evaluasi agar sistem ke depan lebih baik dan dapat diterima semua pihak,” ucapnya, Kamis (12/6/2025).

Amoy, sapaannya mengungkapkan, jika para pemenang lelang parkir sudah mulai beroperasi sejak 1 Juni 2025. Proses lelang sudah berjalan sebelum dirinya menjabat, tetapi ia tetap bertanggung jawab atas seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan.

Amoy juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Ia menegaskan, rekomendasi yang saya keluarkan bukan untuk mematikan siapa pun.

“Pemerintah hadir untuk menyejahterakan masyarakat. Saya titip kepada pemenang lelang agar menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tidak menimbulkan gesekan,” jelasnya.

Menurutnya, semua pihak yang terlibat adalah warga Kota Semarang dan memiliki hak yang sama. Untuk itu, komunikasi harus dibangun secara terbuka agar tidak menimbulkan konflik, termasuk tidak membawa nama ormas atau kelompok tertentu.

Amoy menuturkan dari 52 pasar tradisional di Kota Semarang, sebanyak 40 titik parkir dilelang karena dinilai memiliki potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang belum maksimal. Sementara, 12 titik lainnya belum dilelang karena dianggap belum siap secara administratif atau operasional.

“Harapan kami, sistem lelang ini bisa mengoptimalkan PAD dan tetap memberi ruang kerja bagi masyarakat. Semua harus dirapatkan dan disepakati bersama agar pelaksanaan di lapangan tidak menimbulkan masalah,” katanya.

Salah seorang juru parkir (jukir) di Pasar Johar, Yeyen mengaku belum mengetahui sistem lelang pengelolaan parkir di pasar. Ia mengaku masih bekerja sebagai jukir seperti biasa.

“Belum ada info lelang, masih kerja seperti biasa. Harapannya tetap bisa dilibatkan, pusing juga kalau gak ada kerjaan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....