Pemprov Jateng Panen Udang Vaname di Kawasan Industri

  • 03 Jun 2025 10:20 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Siapa sangka, ternyata kawasan industri tak hanya identik dengan pabrik dan beton. Di tengah hiruk pikuk Kawasan Industri Wijayakusuma, Kota Semarang, justru muncul keberhasilan panen 3,1 ton udang vaname dari tambak budidaya milik Pemprov Jawa Tengah.

Panen perdana ini dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, pada Selasa (3/6/2025). Ia mengapresiasi kualitas hasil budidaya udang di lokasi yang dikelola Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Kelas A Tugu, di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng itu.

“Kita lihat di lokasi ini, meskipun letaknya di tengah kawasan industri Wijayakusuma, hasilnya tetap bagus. Dari sisi kualitas udangnya sangat baik,” ucap Sumarno.

Tambak itu berada di tiga petak B4, B6, dan B7 dengan total biomassa mencapai 3,1 ton udang vaname yang dipanen setelah 76 hari masa tebar. Harga jualnya berkisar Rp60.000 – Rp65.000 per kilogram, dengan estimasi pendapatan sekitar Rp96 juta.

Setelah dipotong biaya operasional, keuntungan bersih ditaksir mencapai Rp28,4 juta per siklus panen. Sumarno menegaskan, keberhasilan ini dapat menjadi contoh konkret pemanfaatan aset daerah sekaligus peluang ekonomi masyarakat.

“Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan berperan sebagai fasilitator. Pemerintah memberi dukungan kepada nelayan dan petambak, agar mereka bisa berusaha secara mandiri,” jelasnya.

Unit BBIAPL Tugu mengusung sistem tambak HDPE dengan pengawasan kualitas air yang ketat. Selain di Semarang, unit lain berada di Maribaya, Tegal dan Karimunjawa, Jepara.

Dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan, budidaya udang vaname kini tak lagi terbatas di wilayah pesisir. Kini, kawasan industri pun bisa menjadi ladang emas biru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....