Ribuan Warga Antusias Saksikan Semarang Night Carnival 2025
- 04 Mei 2025 23:37 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Ribuan warga memadati jalan Pemuda, Kota Semarang, tepatnya di depan Balai Kota untuk menyaksikan Semarang Night Carnival (SNC), Minggu (4/5/2025). Gelaran SNC menampilkan lebih dari 150 peserta parade kostum unik dan ikonik.
Parade dimulai dari Titik Nol Kilometer (depan Kantor Pos besar Johar) hingga Balai Kota Semarang. Ribuan masyarakat berderet di sepanjang rute pawai SNC 2025 yang kali ini mengusung tema "Perisai Nusantara".
Pawai menonjolkan karnaval kostum sekaligus mencerminkan budaya Indonesia yang terwakili melalui empat sub tema, yakni burung Cendrawasih, burung Merak, bunga Anggrek, dan Penjor. Tema ini tidak sekadar memuat filosofi lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila, maupun kebanggaan budaya Indonesia, tetapi juga refleksi dari Kota Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Semarang Night Carnival merupakan pertunjukan yang diikuti dari berbagai daerah. Seperti halnya dari Surabaya, Bali, Brebes, Jakarta, Kediri, Jember.
“Ini adalah untuk menyedot wisatawan, event ini sudah tahunan dan tahun ini paling heboh,” ungkap Agustina di sela-sela SNC 2025 yang dimeriahkan artis Ndar Boy. Ia mengungkapkan, dampak dari kegiatan ini sangat besar bagi perekonomian di Kota Semarang.

“Ketika terjadi event, maka terjadi jual beli, itulah cara kita mengungkit pertumbuhan ekonomi, ada orang jualan es teh, ada orang jualan berbagai pernak-pernik, catering. Semakin banyak kegiatan, semakin ekonomi berputar, kalau uang berputar berarti ekonomi tumbuh,” ungkapnya.
Ke depan, ia meminta panitia juga mengevaluasi kegiatan SNC 2025 untuk mengantisipasi animo masyarakat yang tinggi, namun tetap nyaman. “Besok bagaimana tamu-tamunya dibuat sedikit, sehingga jalannya lebih lebar, karena trennya itu masyarakat mendekat ingin mengambil video,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Wing Wiyarso mengatakan, sebuah kota layaknya miniatur Indonesia. "Terus bergerak, tempat kebudayaan dan peradaban tetap berjalan bersamaan," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....