Nyadran Pemakaman Sepujud Ikut Kampanyekan Pengurangan Penggunaan Plastik

  • 14 Feb 2025 14:09 WIB
  •  Semarang

KBRN, Temanggung: Menjelang Ramadan, masyarakat Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung menggelar tradisi nyadran di pemakaman Suroloyo atau Sepujud, Desa Kupen, Kecamatan Pringsurat, Jumat (14/2/2024). Saat nyadran, makanan yang dibawa harus dimasukkan ke dalam keranjang anyaman bambu sebagai wujud kampanye pengurangan penggunakan plastik.

“Masing-masing kepala keluarga membawa aneka makanan, tetapi tidak boleh dimasukkan ke dalam tas plastik. Harus dimasukkan ke dalam keranjang anyaman bambu atau besek,” kata Ketua Panitia Nyadra Sepujud , Agus Sarwono.

Ia mengatakan, upaya pengurangan sampah plastik pada tradisi nyadran telah dilakukan sejak lima tahun terakhir. Sebelumnya, saat ritual nyadran, masyarakat masih menggunakan kantong plastik untuk membawa makanan ke lokasi nyadran.

Tradisi nyadran di Pesarean Sepujud dilakukan setiap hari Jumat dan bertepatan dengan hari Pahing (penanggalan Jawa, red) di bulan Syaban. Kompleks pemakaman Suroloyo yang dijadikan tempat untuk nyadran tersebut karena terdapat makam Kiai dan Nyi Honggo Potro.

“Kiai Honggo Potro merupakan cikal bakal masyarakat Desa Soropadan. Beliau adalah salah satu pengikut Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda ratusan tahun silam,”ujarnya.

Ia menambahkan, tradisi nyadran tidak hanya dihadiri masyarakat Desa Soropadan saja. Mereka yang berasal dari berbagai kota dan mempunyai keluarga di Soropadan juga menyempatkan hadir, sekaligus bersilaturahmi ke keluarganya menjelang bulan puasa.

Salah satu warga, Esterika Della Septi Kuswardhani ( 29) mengaku, setiap nyadran tiba,dirinya rela jauh-jauh datang dari Salatiga untuk pulang ke Soropadan. Selain melestarikan tradisi, ia juga ingin bersilaturahmi dengan keluarga dan mempererat kerukunan bersama warga.

“Saya sengaja datang setiap tahun saat nyadran, sebagai generasi muda bisa melestarikan budaya Jawa yang adiluhung yang di beberapa daerah lain juga sudah jarang. Apalagi, kompleks pemakaman umum Sepujud ini merupakan salah satu makam yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu,”katanya. (wiedyas)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....