Bali Tetap Jadi Barometer Pariwisata
- 20 Des 2024 07:50 WIB
- Semarang
KBRN, Denpasar : Berbicara masalah kepariwisataan, Bali menjadi tempatnya dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dunia. Bali memiliki tata kelola pariwisata yang terorganisasi secara rapi, berbasis budaya lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.
Komisi B DPRD Jateng datang ke Dinas Pariwisata Bali guna penguatan materi Raperdaan Penyelenggaraan Kepariwisataan di Jateng, Rabu (18/12/2024). Ketua Komisi B Sri Hartini selaku pimpinan rombongan membuka dan manyampaikan menyampaikan terkait tata kelola kepariwisataan yang ada di Bali.
Menurutnya di Bali telah membangun sinergisitas antara pemerintah daerah, pelaku usaha, pariwisata dan masyarakat. “Kita tahu bahwa semua destinasi pariwisata di bali ini sudah terorganisir dengan baik,” ucapnya melalui rilis Jumat (19/12/2024).
“Contoh halnya Desa Penglipuran yang juga di kelola oleh Desa Adat disana sehingga sinergitas antara stake holder berjalan cukup baik. Hal ini yang belum bisa diterapkan di Jawa Tengah,” terangnya. Sri Hartini juga menyinggung terkait promosi destinasi wisata yang dinilai cukup gencar sehingga terkenal sampai mancanegara.
“Di Jateng belum ada perda yang sesuai dengan perda ini. Sehingga sekiranya kami perlu mencontoh poin-poin yang ada di perda untuk kami implementasikan di daerah kami,” lanjutnya.
Anggota Komisi B Kadarwati menambahkan untuk potensi wisata ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama SDA, kedua SDM dan ketiga kultur/budaya sehingga ini menarik untuk menggaet wisatawan.
“Terkait perda langkah langkah apa yang harusnya kita contoh untuk diterapkan di Jateng” ucap Kadar sapaan akrabnya. Menjawabnya, Andriyani selaku Jabatan Fungsional Madya Dinas Pariwisata Provinsi Bali mengungkapkan bahwa potensi utama Bali adalah sektor pariwisata.
Desa Penglipuran merupakan contoh destinasi wisata yang sudah mendapat penghargaan terkait tata kelola dan kebersihannya. “Untuk pengelolaanya desa adat kami sangat kuat, dikelola oleh desa adat bahkan untuk kebutuhan upacara adat dibiayai dari wisata tersebut,” jelasnya.
“Selain itu, masyarakat juga mendapat kontribusi dari wisata desa tersebut, sehingga Desa Penglipuran disebut desa wisata mandiri. Untuk promosi kita juga melakukan sampai tingkat kabupaten, tidak luput juga sampai ke KBRI yang akan kita tuju guna mengenalkan budaya ke mancanegara,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....