DPD RI Abdul Kholik Soroti Penurunan Ketahanan Pangan Jateng

  • 13 Nov 2024 17:36 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah Abdul Kholik menyoroti turunnya ketahanan pangan Jawa Tengah dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal itu disampaikan dalam focus group discussion(FGD) bertema ‘Evaluasi Ketahanan Pangan Provinsi Jateng dan Proyeksi Tahun 2025’ di kantor DPD RI Jateng, Rabu (13/11/2024).

Penurunan itu, kata Kholik, terjadi baik dari segi produksi maupun dari segi luas lahan pertanian. “Lima tahun terakhir luas lahan berkurang sampai 62 ribu hektar, itu artinya ekuivalen dengan produksi gabah,” ucapnya.

Kholik mengungkapkan, kondisi tersebut menunjukkan status lumbung pangan Jateng sangat rapuh, sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah. “Kalau perlu, pemerintah harus meninjau ulang kebijakan menjadikan Jateng sebagai lumbung pangan, karena faktanya terus menurun,” katanya.

“Tetapi kalau mau konsisten, kami diberi dukungan, Jawa Tengah didukung secara full oleh pemerintah pusat agar bisa menjadi lumbung pangan. Kalau tidak didukung, lebih bagus jangan dijadikan lumbung pangan,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Himawan Wahyu Pamungkas mengatakan, Jateng menghadapi beberapa tantangan. Diantaranya alih fungsi lahan, perubahan iklim, peningkatan jumlah penduduk, dan gejolak harga pangan.

Menurutnya, Pemprov Jateng sedang melakukan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal itu menjadi komitmen Pemprov untuk menjaga alih fungsi lahan.

“Komitmen Pemprov memastikan menjaga alih fungsi lahan tidak terjadi. Kami akan menjaga agar luas baku sawah yang ada di RTRW tidak bergeser,” katanya.

Sementara itu, Wakil Pimpinan wilayah Perum Bulog Jateng, Fadillah Rachmawati memastikan stok beras di Bulog dalam kondisi yang cukup. “Bahkan sampai untuk alokasi tahun 2025, sampai menjelang panen musim tanam satu, cukup dan aman,” katanya.

Hingga November ini, pihaknya masih melakukan pembelian beras dalam negeri. “Desember juga masih ada rencana penyerapan pengadaan gabah beras dalam negeri,” ucap Fadillah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....