Pengertian Puasa Syawal dan Bacaan Niat

  • 24 Mar 2026 20:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunnah yang dianjurkan setelah umat Muslim menyelesaikan ibadah puasa Ramadan. Ibadah ini menjadi bentuk lanjutan dalam menjaga semangat spiritual setelah bulan suci berakhir.

Dalam ajaran Islam, puasa Syawal memiliki keutamaan besar karena pahalanya disamakan seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Anjuran ini berasal dari hadis Nabi Muhammad yang mendorong umat Islam untuk menambah amalan setelah Ramadan.

Pelaksanaan puasa Syawal bisa dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah, selama masih berada dalam bulan Syawal. Tata caranya tetap sama seperti puasa pada umumnya, yaitu menahan diri dari fajar hingga matahari terbenam.

Bacaan niat puasa Syawal dalam bahasa Arab adalah: “نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى”. Niat ini sebaiknya dihadirkan pada malam hari atau sebelum masuk waktu fajar sebagai bentuk kesiapan beribadah.

Secara makna, lafaz niat tersebut menunjukkan keinginan untuk menjalankan puasa sunnah di bulan Syawal karena Allah Ta’ala. Adapun terjemahannya adalah “Saya berniat puasa esok hari sunnah Syawal karena Allah Ta’ala.”

Para ulama menegaskan bahwa niat tetap menjadi unsur penting meskipun puasa Syawal tidak bersifat wajib. Kehadiran niat dari hati memastikan bahwa ibadah yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas dan bernilai di sisi Allah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....