Pengertian Puasa Qadha dan Bacaan Niat

  • 24 Mar 2026 18:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Puasa qadha Ramadan adalah ibadah pengganti yang wajib dilakukan oleh umat Muslim ketika meninggalkan puasa di bulan Ramadan karena alasan tertentu. Kewajiban ini harus ditunaikan di luar bulan Ramadan sebelum memasuki Ramadan berikutnya.

Dalam ajaran Islam, qadha puasa berlaku bagi mereka yang memiliki uzur seperti sakit, bepergian jauh, atau kondisi khusus seperti haid. Ketentuan ini menegaskan bahwa setiap Muslim tetap memiliki tanggung jawab untuk menyempurnakan ibadah puasanya.

Secara pelaksanaan, puasa qadha tidak berbeda dengan puasa Ramadan karena dilakukan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Perbedaannya terletak pada niat yang secara khusus ditujukan untuk mengganti puasa yang telah ditinggalkan.

Bacaan niat puasa qadha Ramadan dalam bahasa Arab adalah: “نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى”. Niat ini diucapkan pada malam hari atau sebelum fajar sebagai tanda kesungguhan menjalankan ibadah.

Jika dijabarkan, niat tersebut mengandung makna kesiapan seseorang untuk berpuasa pada hari berikutnya sebagai pengganti kewajiban di bulan Ramadan. Adapun terjemahannya adalah “Saya berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”

Para ulama menekankan bahwa niat menjadi unsur utama dalam setiap ibadah karena menentukan keabsahan amalan tersebut. Oleh sebab itu, menghadirkan niat dengan sadar dan tulus menjadi hal yang sangat dianjurkan sebelum memulai puasa qadha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....