Guru Ngaji Minim Kesejahteraan, LAZiS Jateng Salurkan Santunan

  • 16 Mar 2026 14:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tingkat kesejahteraan guru ngaji di Indonesia, khususnya di daerah, dinilai masih memprihatinkan. Banyak guru ngaji yang penghasilannya masih berada di bawah upah minimum regional atau kabupaten/kota.

Melihat kondisi tersebut, LAZiS Jawa Tengah menyalurkan santunan bagi guru ngaji melalui program Ramadan 2026. Bantuan diberikan dalam bentuk bingkisan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengajar Al-Qur’an.

Direktur Eksekutif LAZiS Jawa Tengah, Hariyanto, mengatakan santunan diberikan kepada guru ngaji yang masih memiliki keterbatasan ekonomi. Sasaran program ini antara lain guru TPQ serta guru ngaji tradisional yang mengajar di rumah.

“Kriteria guru ngaji yang diberikan santunan LAZiS Jateng di antaranya guru ngaji yang masih jauh dari kesejahteraan. Misalnya, guru TPQ dan guru ngaji tradisional yang pendapatannya minim,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Peningkatan Kualitas Iman Pasca-Ramadan yang digelar di Semarang, Senin, 16 Maret 2026. Hariyanto berharap bantuan tersebut dapat dapat menghadirkan kebahagiaan bagi para guru ngaji saat Ramadan dan Lebaran.

Program santunan guru ngaji menjadi bagian dari Program Tematik Ramadan 2026 yang dijalankan LAZiS Jateng. Secara keseluruhan, terdapat 17 program dengan lebih dari 5.000 penerima manfaat.

Beberapa program tersebut antara lain santunan duafa, santunan anak yatim, kado Lebaran bagi penyandang disabilitas, serta bantuan pemulihan bencana banjir di Sumatera.

Selain itu, LAZiS Jateng juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban konflik di Palestina. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi dan memperkuat kepedulian sosial selama Ramadan.

Sementara itu, Moch Chusnul Huda, guru ngaji TPQ Ashaabul Qur’an di Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, mengaku profesi guru ngaji belum memberikan kesejahteraan yang memadai. Ia mengatakan selama ini dirinya mengajar lebih sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Saya bersyukur sejak bermitra dengan LAZiS Jateng mendapatkan perhatian dan terbantu. Sejak 2012 kami didampingi LAZiS Jateng dalam operasional dan pembinaan, sangat membantu kami,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Melalui pengajaran tersebut, anak-anak dapat belajar membaca Al-Qur’an sekaligus memahami nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....