Manfaatkan Gawai, Pelajar SMK PGRI Batang Produksi Konten Edukatif Islami
- 10 Mar 2026 14:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Siswa SMK PGRI Batang memanfaatkan gawai dan media sosial untuk memproduksi konten edukatif bernuansa Islami selama kegiatan pesantren kilat Ramadan. Kegiatan ini menjadi cara berbeda dalam mengisi aktivitas keagamaan di sekolah sekaligus menyesuaikan dengan kebiasaan generasi muda yang akrab dengan dunia digital.
Waka Kesiswaan SMK PGRI Batang, Astika Rahmi Diah Utami, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mengarahkan siswa agar memanfaatkan teknologi informasi secara lebih positif. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih membuat konten edukatif Islami yang dapat disebarkan melalui platform seperti TikTok dan Instagram.
“Tujuannya agar selaras dengan kebiasaan gen z yang kerap kali memanfaatkan untuk berselancar di dunia maya, namun kali ini diarahkan lebih edukatif dan islami,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberi kebebasan menentukan tema konten yang berkaitan dengan momentum Ramadan. Bagi siswa yang masih mengalami kesulitan, pihak sekolah memberikan arahan untuk membuat konten yang berisi ajakan positif.
“Tapi bagi mereka yang sedikit mengalami kesulitan, kami arahkan untuk membuat konten ajakan positif. Misal, ajakan ‘anti mokel’ yang sekarang lagi tren di dunia maya, ajakan beribadah atau banyak tema lainnya,” jelasnya.
Astika menambahkan, pemilihan tema konten digital Islami juga selaras dengan kompetensi siswa, khususnya yang berada di jurusan bisnis digital. “Kalau dikaitkan dengan dunia kerja, sisi positifnya ketika anak diminta perusahaan memproduksi konten islami sudah terbiasa dan mampu memenuhi permintaan konsumen,” ujarnya.
Salah satu wali kelas, Muhammad Khotibul Umam, membenarkan, selama Ramadan, siswa dilatih membiasakan diri memproduksi konten Islami. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan komunikasi serta keterampilan pemanfaatan teknologi informasi.
“Selain kemampuan komunikasi yang baik, di sisi kecakapan pemanfaatan teknologi informasi pun bisa diketahui sejauh mana kemajuannya. Apalagi, Gen Z sangat dekat dengan teknologi informasi, jadi pesan keagamaan yang singkat jauh lebih mengena di benak dan hati mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, dua siswa, Sifa dan Natalia, mengaku baru pertama kali membuat konten edukatif bernuansa Islami. Meski membutuhkan proses, mereka berusaha menyampaikan pesan moral melalui konten yang dibuat.
“Bikinnya konten ajakan untuk berbuat hal positif. Misalnya salat, tidak menggunjing teman saat puasa, dan lainnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....