Tren Hampers Ramadan Dongkrak Omzet Pelaku Usaha Jasaboga Jateng

  • 09 Mar 2026 21:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tren berbagi hampers saat Ramadan kembali menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kuliner dan jasaboga. Permintaan paket bingkisan yang meningkat signifikan bahkan mampu mendongkrak permintaan hingga omzet para pelaku UMKM di sektor tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana mengatakan, tradisi berbagi hampers selama Ramadan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Banyak anggota APJI yang menerima pesanan dalam jumlah besar dari berbagai kalangan.

"Jadi teman-teman APJI semuanya mendapatkan dampak positif setelah dengan adanya Ramadan ini dan kegiatan ini kayak gitu," ujarnya disela membuka pasar Takjil Ramadan di Wisama Perdamaian Semarang, Senin 9 Maret 2026.

Menurutnya, peningkatan permintaan hampers terlihat jelas sejak awal Ramadan tahun ini. Bahkan beberapa pelaku usaha mengaku menerima pesanan hingga ribuan paket dari pelanggan.

Berty menilai tren ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha jasaboga untuk meningkatkan pendapatan. Permintaan hampers tidak hanya datang dari individu, tetapi juga dari perusahaan dan instansi.

Anggota APJI Jawa Tengah, Eka Fitria, mengungkapkan permintaan hampers selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih cara praktis dengan membeli paket jadi dibanding menyiapkan sendiri.

Ia menjelaskan perubahan gaya hidup yang serba cepat membuat hampers semakin diminati. Banyak orang ingin berbagi bingkisan Ramadan tanpa harus repot berbelanja dan merangkai sendiri.

Eka yang telah berjualan hampers sejak 2020 melalui usaha Bumbu Pawon Catering dan Eka Shop mengaku tahun ini menerima ribuan pesanan. Pesanan tersebut sebagian besar berasal dari kantor, instansi pemerintah, hingga perusahaan yang membagikannya sebagai THR karyawan.

Ia menambahkan isi hampers kini semakin beragam mengikuti selera pasar. Selain makanan, banyak pelanggan yang juga memesan hampers berisi perabotan rumah tangga.

"Yang paling di banyak dicari kebanyakan makanan, terus ada juga Perabotan rumah tangga juga dibuat hampers sekarang," tuturnya.

Berbagai inovasi terus dilakukan agar produk hampers lebih menarik bagi konsumen. Variasi isi paket serta tampilan kemasan menjadi salah satu faktor yang menentukan minat pembeli.

Untuk harga, hampers yang ditawarkan pun memiliki rentang yang cukup beragam. Paket sederhana dibanderol mulai Rp80 ribu, sementara paket premium dapat mencapai Rp800 ribu hingga Rp1 juta sesuai permintaan pelanggan.

Eka menyebut pemesanan biasanya terus mengalir hingga mendekati Lebaran. Penutupan pesanan umumnya dilakukan dua hari sebelum Hari Raya agar proses produksi dan distribusi dapat berjalan lancar.

Ia juga mengaku omzet usahanya meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut turut dipengaruhi oleh jejaring usaha yang semakin luas setelah bergabung dengan menjadi anggota APJI.

Menurutnya, kolaborasi dalam organisasi usaha turut membantu pelaku UMKM memperluas pasar. Melalui jaringan tersebut, para pelaku usaha dapat saling mendukung dalam promosi maupun pemasaran produk. (ryc)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....