Pemkot Magelang Pastikan Harga Kebutuhan Pokok jelang Lebaran Terkendali

  • 09 Mar 2026 14:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kota Magelang: Pemerintah Kota Magelang memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya Idulfitri 1447 hijriah dalam kondisi terkendali. Kepastian tersebut diketahui setelah Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan forkompimda Kota Magelang, melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumah titik.

“Dari hasil pemantauan yang dilakukan, di gudang distributor, agen gas elpiji tiga kilogram dan Pasar Rejowinangung, harga –harga sejumlah kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan. Masih dalam taraf yang wajar dan masih terjangkau oleh masyarakat,” kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Senin, 9 Maret 2026.

Damar mengatakan, sejumlah komoditas di Pasar Rejowinangun Kota Magelang sudah mulai ada peningkatan. Meskipun demikian, kenaikan harga-harga tersebut masih taraf yang wajar dan masih terjangkau oleh masyarakat.

Menurutnya, harga-harga tersebut juga terus diawasi oleh tim dari Dinas Pertanian dan Pangan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUM) Kota Magelang. Salah satu komoditas yang harganya cukup tinggi yakni cabai rawit merah yang berkisar di angka Rp 80.000 per kilogram.

Kenaikan harga dipengaruhi faktor produksi di tingkat petani serta kondisi cuaca yang banyak hujan. Jenis cabai lain, seperti cabai hijau dan cabai keriting justru cenderung turun di kisaran Rp16.000–Rp17.000 per kilogram.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran daging tidak sehat, seperti ayam tiren dan daging sapi gelonggongan. “Sejauh ini dinyatakan baik, layak konsumsi, dan aman. Belum ada temuan pelanggaran,” katanya.

Sementara itu terpisah, Manager Agen Gas Elpiji 3 kilogram Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Kota Magelang, Bambang Setyawan mengatakan, persediaan gas elpiji 3 kiklogram di agen Koperasi Konsumen PKK Kota Magelang menjelang Lebaran ini cukup aman. Bahkan, pihaknya telah mengajukan penambahan kuota gas ke Pertamina melalui Pemkot Magelang sebanyak 1600 tabung gas.

“Kami telah mengajukan penambahan kouta gas elpiji 3 kilogram sebanyak tiga truk gas atau sebanyak 1600 tabung gas. Penambahan kouta ini juga bisa memenuhi permintaan gas bagi para pelaku UMKM,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini tidak ada kelangkaan gas epliji 3 kilogram, melainkan ada keterlambatan pasokan yang diakibatkan kapal pengangkut gas yang tidak dapat berlabuh karena pengaruh cuaca. Sementara, untuk harga eceran tertinggi gas elpiji 3 kilogram tetap di harga Rp 18.500 per tabungnya.

Selain memantau kebutuhan bahan pokok di Rejowinangung dan agen gas 3 kilogram, Wali Kota Magelang bersama Forkompimda Kota Magelang juga melakukan pemantauan kesiapan Terminal Tipe A Tidar Magelang. Rombongan juga memantau penjualan makanan di salah satu pasar swalayan yang ada di Kota Magelang. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....