Pesantren Ramadan MAJT Jadi Ajang Belajar Agama dan Kemandirian bagi Anak-anak SD

  • 08 Mar 2026 09:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melalui Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) kembali menggelar kegiatan Pesantren Ramadan 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bawah Perpustakaan MAJT tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai wilayah di Kota Semarang dan sekitarnya.

Pesantren Ramadan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Maret 2026 ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan bagi anak-anak selama bulan suci Ramadan. Selain memberikan pemahaman dasar tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta semangat kebersamaan di kalangan peserta.

Sekretaris MAJT, KH Muhyiddin, M.Ag, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap Pesantren Ramadan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang semakin besar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman berharga yang akan dikenang hingga dewasa.

“Selain mendidik anak-anak usia sekolah dasar, kegiatan ini juga menjadi momen berharga yang dapat menjadi kenangan mereka. Bagi sebagian anak, ini juga bisa menjadi pengalaman awal merasakan suasana seperti di pesantren,” ujarnya.

Ketua Umum Risma JT, Heri Susanto, mengatakan Pesantren Ramadan tahun ini mengusung tema “Gemilang Ramadan 2026.” Kegiatan tersebut bertujuan memberikan wadah bagi anak-anak untuk mempelajari pendidikan agama Islam secara menyenangkan dan interaktif.

Materi yang diberikan kepada peserta meliputi pelajaran tauhid, akidah akhlak, sejarah Islam, serta penguatan nilai-nilai nasionalisme. “Kami ingin mengenalkan pendidikan agama sekaligus nilai-nilai nasionalisme kepada anak-anak sejak dini, khususnya di tingkat sekolah dasar,” kata Heri.

Untuk mendukung proses pembelajaran, panitia juga menyiapkan berbagai media edukasi seperti modul, buku panduan, video pembelajaran, serta presentasi visual menggunakan PowerPoint agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta. Ia menjelaskan jumlah peserta tahun ini dibatasi sekitar 60 orang agar kegiatan dapat berjalan lebih efektif.

“Pesertanya berasal dari berbagai wilayah, terutama Kota Semarang dan sekitarnya. Ke depan kami berharap kegiatan ini bisa terus diselenggarakan dan ditingkatkan,” ujarnya. Risma JT juga berencana mengembangkan kegiatan tersebut pada tahun mendatang, baik dari segi durasi maupun jumlah peserta.

Antusiasme terhadap kegiatan Pesantren Ramadan Risma JT ini juga datang dari para orang tua peserta. Salah satunya, Fajar Nur Cahya (36), warga Pedurungan, Semarang, yang mengaku bersyukur anaknya dapat mengikuti Pesantren Ramadan di MAJT.

“Saya mendapat informasi dari istri yang bekerja di radio. Anak saya sudah sekitar tiga sampai empat kali ikut kegiatan seperti ini,” ujarnya. Hal senada disampaikan Partini (41), warga Gajah, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Ia mengaku baru pertama kali mendaftarkan anaknya dalam kegiatan Pesantren Ramadan di MAJT setelah mengetahui informasi dari media sosial temannya. (royce)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....