Generasi Muda Diajak Jaga Kesejukan Ramadan lewat Narasi Positif
- 28 Feb 2026 19:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Bulan Ramadan menjadi saat yang tepat untuk mempersatukan banyak hal, terutama ikatan sosial masyarakat secara luas. Kegiatan serta penyebaran narasi yang positif, dipandang menjadi cara bagi generasi muda untuk memberikan nuansa sejuk di bulan Ramadan bagi masyarakat.
Menurut Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang(Unnes), Yusuf Abdurrahman Faiz, ibadah di Bulan Ramadan memiliki korelasi dengan konsep moderasi beragama. Dalam pemaknaannya, umat Muslim dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang mampu.
“Bisa meningkatkan awareness atau tingkat keperhatian kita, kepada saudara-saudara yang kurang mampu. Jadi ketika kita sudah merasakan, maka nilai sosial kita kepada orang lain untuk berlomba-lomba dalam kebaikan itu jadi naik,” sebutnya dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam memaknai Ramadan, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesejukan. Di samping melakukan kegiatan sosial, penyebaran narasi positif dan informasi yang valid bisa menjadi cara menjaga nilai toleransi saat Ramadan.
“Kita memberikan narasi-narasi di media sosial, kita posting Instagram dan sebagainya tentang kebaikan-kebaikan di bulan Ramadan. Adapun juga hadis-hadis setiap harinya, dan juga memberikan informasi yang lebih valid agar teman-teman yang membaca bisa percaya,” jelas Yusuf.
Ia memandang bulan ini menjadi momentum tepat untuk membangun kerukunan lintas agama. Kehadiran Ramadan bukan hanya dirasakan yang merayakan, melainkan juga bisa terasa kebermanfaatannya bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sejujurnya setiap agama itu mengajarkan kebaikan, dan tidak ada satupun yang mengajarkan keburukan. Pastinya ada banyak kegiatan di bulan Ramadan yang dilakukan, hal ini harus dibuat lebih tertib lagi agar tidak mengganggu mobilitas dan umat beragama lainnya,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....