Syekh Palestina Datang, Pelajar Batang Kumpulkan Donasi Rp11,3 Juta untuk Gaza
- 26 Feb 2026 18:51 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang – Ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Batang menyambut kedatangan Syekh Hasan Abd Elqader Mohammed Abu Toha dari Palestina di halaman Masjid Bustanul Jannah, Kebonan, Kabupaten Batang, Kamis, 26 Februari 2026. Kunjungan tersebut menjadi momen haru sekaligus ajang penggalangan donasi untuk warga Gaza.
Kehadiran Syekh Hasan merupakan agenda rutin Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Batang setiap Ramadan. Kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada para muzakki yang telah menyalurkan donasi kemanusiaan untuk Palestina.
Manajer Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Batang, Sarif Khiftanul Bakhri, mengatakan kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya digelar di Batang. Selain di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah, Syekh Hasan dijadwalkan mengunjungi beberapa masjid dan sekolah lainnya di wilayah Batang.
“Ini bukti pertanggungjawaban kami terhadap para muzakki yang telah menyalurkan donasi ke Palestina langsung November 2025 lalu. Kehadiran Syeikh Palestina untuk mengetahui kondisi terkini Kota Gaza pasca gencatan senjata, sekaligus wujud amanah itu sudah tersampaikan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa dan guru berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp11,3 juta. Dana itu akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah Jawa Tengah sesuai kebutuhan warga Gaza.
Syekh Hasan mengaku terkesan dengan sambutan para siswa yang mampu berdialog dalam bahasa Arab dengan lancar. Ia juga mengapresiasi kepedulian para pelajar terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Dengan terkumpulnya donasi sebesar Rp11,3 juta, itu bukti ada ikatan yang kuat antara siswa, sekolah dan Persyarikatan Muhammadiyah. Jika melihat wajah-wajah di sini, terpancar kepedulian dan kecintaan terhadap Masjidil Aqsa, Palestina dan Islam,” ujarnya.
Kepala Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Batang, Muhammad Akhirudin, bersyukur atas partisipasi siswa dan guru dalam penggalangan dana tersebut. “Meski tak sebanyak tahun lalu yang mencapai Rp17 juta, namun tidak mengapa, berapa pun besarannya, yang penting bisa mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Salah satu siswa, Muhammad Azka Hiza Akbar, mengaku mendapat pelajaran berharga dari pertemuan itu. “Tadi saya bertanya kenapa anak-anak di Palestina tetap semangat belajar, walau di tengah suasana perang, lalu menurut Syekh, menuntut ilmu hukumnya wajib demi mempertahankan diri,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....