Lansia Mondok, Cari Bekal Akhirat di Bulan Ramadan

  • 25 Feb 2026 11:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang: Ratusan lansia duduk bersila di serambi Masjid Agung Payaman sambil membaca ayat-ayat suci Alquran .Meskipun usia tidak muda lagi, tetapi semangat cukup tinggi untuk mengaji dan mencari pahala dan bekal akhirat di bulan Ramadan ini.

Para lansia ini datang dari berbagai penjuru daerah ke Pondok Pesantren Sepuh yang ada di kompleks Masjid Agung Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, untuk mengikuti program pesantren Ramadan di Pondok Sepuh Payaman.

Sesuai dengan namanya, Pondok Sepuh hanya menerima santri yang telah berusia lanjut sebagai peserta program keagamaan tersebut. Menariknya, mayoritas santri tidak hanya sekali mengikuti program ini, bahkan banyak di antara mereka yang telah kembali hingga berkali-kali setiap tahunnya.

Salah satu alasan utama para lansia ini rela menempuh perjalanan jauh adalah untuk mencari ketenangan lahir dan batin selama bulan Ramadan. Menurut pengakuan para peserta, ketenangan batin yang mereka rasakan di tempat ini sulit ditemukan di lokasi lain.

Sri Haryani (70), warga Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, mengaku sudah mengikuti program santri sepuh ini selama tujuh tahun berturut-turut. Selama tujuh tahun tersebut, ia merasakan kedamaian mendalam yang membuatnya selalu rindu untuk kembali ke Masjid Agung Payaman.

Ia mengaku selama mengikuti santri sepuh mendapatkan ketenangan yang sulit didapatkan di tempat lain dan lebih mendekatkan kepada Illahi meskipun dirinya rela meninggalkan rutinitas rumah dan keluarganya. Baginya, fokus beribadah menjadi prioritas utama selama berada di lingkungan pondok tersebut.

"Selama menjadi santri sepuh tenang rasanya karena selama di sini cuma ibadah hampir satu hari penuh. Sedangkan kalau di rumah masih banyak berpikir macam-macam dan banyak pekerjaan," kata Sri Haryani saat ditemui di lokasi, Rabu 25 Februari 2026.

Sementara itu, Endang Munawaroh (71) menjadi salah satu santri yang menempuh perjalanan paling jauh karena rela datang dari Kalimantan Selatan. Keputusan bulat untuk mondok di Payaman diambilnya bukan sekadar untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadan, melainkan sebagai persiapan spiritual.. “Keinginan saya untuk mengikuti program Santri Sepuh di Masjid Agung Payaman ini tidak hanya sekedar mengisi waktu di bulan Ramadan. Tetapi, juga untuk mencari bekal untuk pulang ke Rahmatullah kelak,”katanya.

Takmir Masjid Agung Payaman, KH M Anas mengatakan, pondok pesantren yang ada dii lingkungan Masjid Agung Payaman tersebut dinamakan Pondok Sepuh karena, sebagian besar santrinya telah sepuh ( lansia). “Yang mondok setiap Ramadan ini berasal dari berbagai daerah, tidak hanya berasal dari Magelang dan sekitarnya, Melainkan juga berasal dari berbagai kota di Pulau Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya,”katanya.

Sementara itru, Pengasuh Pondok Sepuh Putri Payaman, KH Arif Mafatihul Huda mengatakan, pesantren di Masjid Agung Payaman tersebut dirancang khusus untuk lansia, dengan usia di atas 50 tahun. “Kenapa dinamakan Pondok Sepuh, karena waktu itu yang diasuh para kiai adalah santri remaja. Sejak tahun 1953, mbah Romo Agung mengurusi santri –santri sepuh,”katanya.

Menurutnya, selama bulan Ramadan seperti saat ini para santri mengikuti kegiatan ibadah sejak pukul 02.00 dini hari hingg malam hari,. Yakni, Salat Tahajud , belajar ngaji Alquran dan kukliah subuh, kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB mengikuti sema’an ( menyimak) Alquran dan kegiatan ibadah lainnya. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....