Ramadan Tiba, Konsumen Diminta Cermat Pilih Takjil

  • 24 Feb 2026 05:58 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen(LP2K) Jawa Tengah meminta masyarakat lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya permintaan takjil selama bulan Ramadan.

Ketua LP2K Jawa Tengah, Abdun Mufid, mengingatkan lonjakan permintaan takjil sering dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Salah satu modusnya adalah penggunaan formalin agar makanan terlihat lebih awet dan tidak cepat basi.

“Pengawasan terhadap pangan selama Ramadan memang harus terus dilakukan oleh BPOM. Selama ini ditemukan beberapa makanan yang masih menggunakan pewarna tekstil, metanil yellow, atau borax yang digunakan untuk pengenyal atau pemutih,” tuturnya saat diwawancarai RRI, Senin, 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan, formalin kerap ditemukan pada bahan pangan di pasar tradisional. Produk seperti ikan asin, cumi asin, dan mie basah menjadi yang paling rentan disalahgunakan.

Ia menjelaskan, formalin merupakan bahan kimia yang lazim digunakan untuk pengawet mayat dan bukan untuk makanan. Konsumsi dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan pencernaan hingga risiko penyakit serius lainnya.

Sementara itu, untuk minuman dan camilan siap konsumsi, biasanya menyalahgunakan pewarna tekstil. Ciri yang bisa dikenali adalah warna yang terlalu mencolok dan tidak mudah hilang saat terkena tangan.

“Kalau terkait bahan-bahan tambahan yang kemungkinan itu bisa berbahaya bisa dilihat dari warnanya. Jika terlalu mentereng dan ketika kena tangan warnanya tidak hilang itu berarti tambahannya pewarna tekstil,” katanya.

Terkait sanksi, Abdun Mufid menegaskan aturan telah diatur dalam Undang-Undang Pangan. Pedagang, pabrik kecil, hingga pelaku UMKM yang melanggar dapat dikenai sanksi, meski ia menilai penegakannya masih perlu diperkuat.

Ia menegaskan agar masyarakat tidak tergiur harga murah atau tampilan menarik. Kebersihan tempat penjualan dan kualitas bahan pangan perlu menjadi pertimbangan utama sebelum membeli takjil untuk berbuka puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....