Kemenag Jateng Dorong Rohis Jadi Motor Penguatan Karakter Generasi Z

  • 23 Feb 2026 08:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah mendorong peran Rohani Islam (Rohis) sebagai motor penguatan karakter Generasi Z menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Pesantren Ramadan Rohis Indonesia yang digelar di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jateng, Sabtu, 21 Februari 2026.

Rakor dipimpin langsung Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) Kanwil Kemenag Jateng, Nurzaini Wahyu Widodo, didampingi Ketua Tim Kerja PAI, Karina. Pertemuan ini membahas kesiapan teknis hingga penyusunan substansi materi agar program berjalan optimal dan berdampak nyata bagi aktivis Rohis di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam arahannya, Nurzaini menekankan pentingnya pendekatan yang relevan dengan karakter Generasi Z. Menurutnya, pola pembinaan yang kaku sudah tidak lagi efektif bagi generasi yang dinamis dan akrab dengan teknologi digital.

“Pesantren Ramadan Rohis Indonesia bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah wadah penguatan moderasi beragama sekaligus pengasahan jiwa kepemimpinan bagi siswa di sekolah umum,” ujar Nurzaini.

Ia menjelaskan, kurikulum pembinaan tahun ini dirancang secara adaptif dan kreatif. Materi keagamaan akan dikemas dengan pendekatan yang mampu menjembatani nilai-nilai Moderasi Beragama dengan gaya hidup remaja masa kini.

“Program ini bukan sekadar pengisi waktu luang di bulan puasa. Kami menargetkan lahirnya profil pelajar yang tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,” katanya.

Untuk memperkuat implementasi di lapangan, Kanwil Kemenag Jateng menggandeng berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, organisasi profesi guru seperti AGPAII, FKG dan MGMP PAI, hingga perguruan tinggi serta Rohis Indonesia di tingkat wilayah dan kota.

Melalui sinergi tersebut, Pesantren Ramadan Rohis Indonesia diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter yang inklusif dan inspiratif. Program ini ditargetkan mampu membentuk pelajar yang religius, nasionalis, dan siap menjadi generasi pemimpin masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....