Sahur Bersama Shinta Nuriyah Wahid, Teguhkan Demokrasi di Tengah Bencana
- 22 Feb 2026 07:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pekalongan - Tokoh nasional sekaligus pengasuh berbagai kegiatan sosial lintas iman, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, menggelar kegiatan sahur bersama masyarakat ke-3 di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah daerah. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk tetap memperkuat nilai-nilai demokrasi, solidaritas, dan kemanusiaan.
Kegiatan sahur bersama yang dihadiri ratusan warga dari berbagai latar belakang itu berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di Gedung Student Center UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Minggu 22 Februari 2026. Dengan mengusung tema Puasa Berbalut Bencana Dan Goyahnya Demokrasi acara juga diisi dengan doa bersama serta dialog kebangsaan yang menekankan pentingnya persatuan di tengah tantangan sosial dan bencana alam.
Dalam sambutannya, Shinta Nuriyah menegaskan, bencana tidak boleh melemahkan semangat gotong royong dan demokrasi. Nilai-nilai demokrasi bukan hanya soal politik, melainkan juga soal keberpihakan kepada masyarakat yang rentan.
“Demokrasi harus tetap hidup, bahkan di tengah kesulitan. Kita tidak boleh kehilangan empati dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana merupakan wujud nyata dari praktik demokrasi yang berkeadilan.
Acara sahur bersama ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang rutin digelar Shinta Nuriyah setiap tahun.
Melalui kegiatan tersebut, ia konsisten mendorong dialog lintas kelompok, memperkuat toleransi, serta merawat kebhinekaan. Di sisi lain, Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Zaenal Mustakim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sahur bersama tersebut di lingkungan kampus.
Ia menilai kehadiran Shinta Nuriyah menjadi penguat komitmen kampus dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Gus Dur yang menjunjung tinggi toleransi, keadilan, dan keberpihakan pada kelompok rentan.
"Kampus harus menjadi ruang yang tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga melahirkan kepedulian sosial,” ujarnya. Di tengah bencana dan berbagai tantangan sosial, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi solusi bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan dialog kebangsaan dan sahur bersama seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai wujud nyata kontribusi kampus dalam memperkuat solidaritas dan persatuan. Sejumlah peserta mengaku terinspirasi dengan pesan yang disampaikan.
Mereka berharap kegiatan semacam ini terus digelar sebagai penguat semangat kebersamaan. Terutama saat masyarakat menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam dan tantangan sosial lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....