Pengamanan Ramadan, Teknologi dan Partisipasi Warga Jadi Kunci
- 19 Feb 2026 15:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.IID, Semarang-Polrestabes Semarang memperkuat pengamanan menjelang Ramadan 2026 dengan memetakan sejumlah titik rawan kemacetan, balap liar, hingga gangguan ketertiban masyarakat. Penguatan dilakukan melalui operasi kepolisian, patroli rutin, partisipasi warga, serta pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi mengatakan, pihaknya mengoptimalkan pemantauan berbasis CCTV dan command center selama 24 jam. Selain itu, rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengurai kepadatan di kawasan padat kendaraan dan akses menuju pusat aktivitas masyarakat.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui aplikasi Pantau Semarang dan masyarakat juga dapat melaporkan gangguan keamanan lewat aplikasi Libas. “CCTV di sejumlah titik sudah terintegrasi dan bisa diakses masyarakat, termasuk melalui aplikasi Libas untuk pelaporan cepat agar petugas segera ke lokasi,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Kamis, 19 Februari 2026.
Selain kemacetan, aparat juga memberi perhatian pada potensi balap liar dan penggunaan petasan yang kerap meningkat saat Ramadan. Operasi penyakit masyarakat digelar untuk mencegah gangguan ketertiban, termasuk penertiban penjualan dan penggunaan petasan di wilayah rawan.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan bahu jalan saat berjualan takjil serta menghindari aktivitas yang membahayakan keselamatan. Sinergi antara aparat dan partisipasi warga diharapkan mampu menjaga situasi Kota Semarang tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang Ramadan 2026.
Sementara itu, Pengamat Sosial dari Universitas Katolik Soegijapranata, Hermawan Pancasiwi, menilai Ramadan merupakan momentum kultural besar yang memunculkan dinamika sosial berbeda dibanding bulan lainnya. Menurutnya, euforia menyambut Ramadan dan Idulfitri kerap menghadirkan kerumunan yang berpotensi memicu gangguan ketertiban jika tidak dikelola dengan baik.
“Ramadan bukan hanya peristiwa keagamaan, melainkan juga peristiwa sosial yang melibatkan seluruh masyarakat. Perlu kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....